Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

Pasien Suspect Flu Burung Belum Boleh Pulang

Sepuluh pasien suspect flu burung asal Kota Kotamobagu yang dirawat di Rumah Sakit Prof Kandou

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado, Robertus Riamwan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Sepuluh pasien suspect flu burung asal Kota Kotamobagu yang dirawat di Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang belum diperbolehkan pulang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Maxi Rondonuwu DHSM kondisi ke sepuluh pasien sudah membaik tapi masih perlu isolasi karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Pusat, Selasa (6/9).

"Lima menit lalu saya baru saja menengok pasien, mereka sudah bisa menyanyi-menyanyi, jalan-jalan tapi tetap berada di ruang isolasi," ujarnya.
Semua pasien tidak sesak nafas dan tak demam lagi, bahkan ibu hamil yang menjadi bagian dari sepuluh pasien juga kondisi seperti biasa.

Namun pengobatan dilakukan khusus, dosis obat tamiflu yang diberikan menurut Maxi disesuaikan dengan kondisi ibu hamil.

"Petugas medis, mereka sudah tahu dan terlatih dalam penanganannya," kata kadinkes.

Ia menambahkan apa yang dilakukan perupakan prosedur tetap (protap) dan bertujuan agar nol persen kematian. Makin cepat ditangani makin baik tak ada sesak tak panas lagi boleh beraktivitas namun di dalam ruangan terisolasi. Saat ini tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari Puslitbangkes Pusat, bila negatif bisa langsung dipulangkan.

Selain penanganan terhadap pasien suspect flu burung, petugas Dinkes Sulut sudah melakukan penyuluhan pada masyarakat sekitar.

Paling penting menyosialisasikan agar masyarakat makin memiliki kesaradaran untuk menjaga kebersihan lingkungan bersih, jangan ada kandang ternak dibelakang rumah karena tak baik untuk kesehatan.

Kemudian ketika ada unggas mati mendadak dan ada yang terkena flu setelah kontak langsung dengan unggas atau berada di sekitar unggas, langsung hubungi perangkat desa atau petugas kesehatan setempat.

"Sudah protap langsung kami bawa pasien, kami tak akan ambil risiko," jelasnya.

Flu burung menurut Maxi merupakan virus dan perlu istirahat yang cukup di rumah sakit.

Bila daya tahun tubuh bagus, tak masalah, tapi dikhawatirkan bila terjadi komplikasi.

Bila flu biasa tak berbahaya, namun bila flu burung, cepat sesak nafas karena radang paru-paru akut.

Kematian sebagian besar disebabkan karena peradangan pada paru-paru.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, J Penelewen melalui Henny Kambey Kabid Peternakan Sulut mengatakan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut sudah turun di lokasi, bergabung dengan beberapa dinas di Kotamobagu sudah melakukan sesuai protap.

"Unggas di sekitar lokasi dilakukan pemusnahan, ada sekitar 36 ekor didalamnya sudah positif flu burung," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved