Idul Fitri
Andre Deu Ingin Belikan Baju Buat Adik
Layaknya seorang buruh bagasi di pelabuhan dan seorang porter di bandara, seorang anak memerankan peran yang sama
Layaknya seorang buruh bagasi di pelabuhan dan seorang porter di bandara, seorang anak memerankan peran yang sama dengan menawarkan jasa angkat atau jinjing barang belanjaan di pasar Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara
"Tante, angkat tas..?" ujar anak itu ketika menawarkan jasa tenaganya untuk mengangkat tas belanjaan seorang ibu yang berjalan di dalam kawasan pasar Airmadidi.
Tak malu-malu dia pun berusaha mengambil untuk mengangkat tas belanjaan ibu tersebut. Anak itu juga menawarkan jasanya bagi orang-orang yang membawa bahan belanjaan yang banyak, untuk menawarkan jasanya, tanpa peduli akan ditolak atau diterima tawaran jasanya.
Andre Deu (11), itulah namanya yang juga sering dipanggil teman-temannya dengan nama Andri. Duduk dibangku kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 2 Airmadidi.
Saat stand by (siap) dengan tawaran jasa, Andre dengan wajah polos menceritakan aktifitasnya di pasar Airmadidi, dimulai jam 6 pagi hingga jam 12 siang, dia mengaku hanya menawarkan jasanya saat hari libur sekolah.
"Kita ba angka tas di pasar, cuma hari libur, dari pagi sampai siang," ujarnya
Sekali angkat tas atau barang belanjaan, Andre mengaku mendapat bayaran Rp 5.000,- Namun bila ada langganan sekali mengangkat barang bisa capai Rp 20.000,-, dan dalam satu hari kerjanya, Andre bisa mendapatkan Rp 40.000,- sampai Rp 60.000,-
"Paling banyak bawa belanjaan ibu-ibu. Sering ikut ibu-ibu itu belanja sambil bawa tas belanjaan, juga angkat barang sampai ke mobil pasar atau mobil penumpang," ungkapnya
Hasil kerjanya di pasar, Andre berikan pada ibunya yang juga sering berjualan tas plastik di pasar dan sering mencuci baju di rumah-rumah, sementara sang ayah berprofesi sebagai tukang ojek.
"Uangnya kasih ke mama, buat tambah bayar uang kos rumah dan uang sekolah saya," ujarnya
Memasuki Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Andre mengakui akan berlebaran di Gorontalo, di rumah neneknya yang juga ada adiknya yang tinggal di Gorontalo bersama neneknya. Andre mengakui sudah memiliki baju baru untuk Lebaran yang sudah dibelikan oleh ibunya. Namun, ia berkeinginan membelikan sesuatu buat adiknya saat Lebaran nanti.
"Sampai di Gorontalo, saya mau belikan pakaian untuk adik saya, biar adik senang," ujarnya
Selain mangkal di pasar Airmadidi menawarkan jasa angkat barang belanjaan, Andre juga sering berjalan menjual kue yang dibuat oleh ibunya, saat pulang sekolah, Andre berjalan keliling sekitaran rumah menawarkan jajanan kuenya.
"Saya jualan pisang goreng, biapong, biapong goreng. Itu mama yang bekeng (buat), pulang sekolah kita so bajual," ungkapnya.
Saat ditemui di pasar Airmadidi, Andre sedang berjalan dengan dua teman anak perempuan lainnya yang satunya hampir seumuran dengan Andre, satunya lebih kecil yang sedang memegang sebuah piring plastik berukuran sedang yang diatasnya terdapat cabai merah yang dijual seharga Rp 2.000,-
Sambil berjalan di dalam pasar Airmadidi, anak perempuan itu meneriakan jualan cabainya. "Cabe.. rica.. dua ribu.. dua ribu.." teriak anak itu