Korban Bakan
Istri Sempat Larang Rivaldo
Bagi Selvi, Rivaldo adalah pusat hidupnya. Kerajinan Rivaldo menambang emas membuatnya hidup berkecukupan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUN MANADO.CO.ID - Selasa (25/6/2019) seakan hari kiamat bagi Selvi.
Hari itu, suaminya Rivaldo Mokoagow (20), warga Desa Bakan, Kecamatan Tanoyan, Kabupaten Bolaang Mongdow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan material tambang di pertambangan liar desa tersebut.
Bagi Selvi, Rivaldo adalah pusat hidupnya. Kerajinan Rivaldo menambang emas membuatnya hidup berkecukupan.
Di usia yang tergolong remaja, Rivaldo tampil dewasa. Dialah tulang punggung keluarga.
Demi cinta pada keluarga ia rela bertaruh nyawa. Masuk lubang setiap hari.
Selasa sore, Rivaldo pamit menambang. Namun Selvi punya firasat buruk.
Baca: TERKUAK Demi Puaskan Sosok Pria Ini Krisdayanti Lakukan Oplas Sampai Menghabiskan Ribuan Dollar
Baca: Playboy Meninggal, 40 Pacarnya Datang Melayat, Semua Syok Ketika Dokter Sebut Pria Itu Kena HIV/AIDS
Baca: VIRAL, Dentuman Suara Keras Menggema di Kota Palu, Ternyata Hal Ini Penyebabnya
Seburuk cuaca sore itu. Ia melarang sang suami menambang. Tapi Rivaldo ngotot.
Ia beralasan ingin mencari uang untuk keluarga. "Kita kwa so bilang nda usah pigi, mar dia pigi," jeritnya di rumah duka.
Firasat Selvi ternyata benar. Rivaldo alami kecelakaan.
Hilang harapan, Selvi menangis menggerung - gerung di hadapan jasad suaminya.
Seorang anggota keluarga korban membeber, Rivaldo punya saudara kembar.
Namanya Aldi. Keduanya sama - sama penambang.
Terungkap pula jika sore sebelum kejadian, ibu Aldo menjual hasil emas terakhir yang digali Aldo.
Diketahui, Tambang liar di Desa Bakan kembali makan korban jiwa.
Rivaldo Mokoagow (20), warga Dusun 1, RT 2 Desa Bakan, Kecamatan Tanoyan, Kabupaten Bolmong, meregang nyawa setelah tertimpa longsoran tanah saat tengah menambang emas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tambang-bakan-kembali-makan-korban.jpg)