Ini Solusi Komunitas Scooter Manado untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Kampanye keselamatan berlalu lintas yang dikemas dalam kegiatan Millenial Road safety Festival (MRSF), oleh sejumlah komunitas sepeda moto

Ini Solusi Komunitas Scooter Manado untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Komunitas motor dan pihak dealer motor saat mendengar sosialisasi tentang Millenial Road Safety Festival 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kampanye keselamatan berlalu lintas yang dikemas dalam kegiatan Millenial Road safety Festival (MRSF), oleh sejumlah komunitas sepeda motor kurang greget untuk mencapai tujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi kaum millenial.

Menurut Rommy Sael dari komunitas Manado Of Scooter, anak-anak muda yang belum cukup umur. Namun, sudah menunggangi motor ada solusi yang lain agar mereka terhindar dari mara bahaya kecelakaan.

"Pertama orang tua harus membuat anak mereka yang hendak ke sekolah pakai motor safety, pakai helm, tidak knalpot racing, tidak berbonceng tiga dan layak jalan," jelas Rommy memberikan tanggapan kepada Tribun Manado terkait program Millenial Road safety festival, Kamis (14/2/2019).

Tokoh wasit futsal Sulut menilai mengatakan penggunaan kendaraan oleh anak-anak SMP hingga SMA‎ lebih pada efisiensi waktu dan ekonomi yang utama atau biaya anak ke sekolah.

Dia jelaskan, saat ini ada anak sekolah yang harus tiga kali pindah kendaraan untuk sampai di sekolah. Jika dihitung biaya angkutan umum atau Mikro untuk pelajar Rp 3.000, sekali jalan sudah merogoh kocek Rp 9.000 karena harus tiga kali naik kendaraan tambah Rp 9.000 untuk biaya pulang sudah Rp 18.000 ribu bujet yang dikeluarkan setiap hari.

"Belum lagi biaya makan. Kalau bawa kendaraan lebih hemat hanya isi bensin Rp 8.000 sudah bisa pakai lebih dari satu hari. Hitungan itu baru untuk satu anak, bagaimana kalau ada dua anak," jelasnya.

Bagi Rommy, indeks kecelakaan lalu lintas dengan korban anak sekolah atau kaum millenial apakah pada saat menuju sekolah, pulang sekolah atau malam minggu. Jangan sampai muncul resistensi dari orang tua yang menolak anak mereka ditilang saat hendak pergi ke sekolah.

‎"Kalau hanya kegiatan seperti seremonial seperti Millenial Road safety festival ini saya pikir tidak mengena. Kami bukan tidak mau menopang atau tidak menunjung program kepolisian, melainkan harus ada solusi kepada orang tua agar ajarkan anak harus pakai helm, safety di jalan, motor layak jalan, jangan ngebut dan tidak bonceng tiga," kata dia.

Selain adanya program MRSF masukkan dari komunitas scooter of Manado, pihak kepolisian di Polda maupun semua Polres dan polresta‎ untuk menekan kecelakaan lalu lintas dengan sasaran kaum Millenial dilakukan sistem seperti Bali.

Di Bali, swepingnya dilakukan empat gelombang, pagi, siang, sore dan malam berbeda dengan di Manado kurang durasi waktu swepingnya berakibat rawan kecelekaan.

"Waktu sweping para pelanggar tidak ada, setelah sweping selesai bara mereka para pelanggar lalin hadir," tambahnya.

Untuk sweping yang harus dilakukan jajaran kepolisian di pintu masuk kawasan Mega Mas tempat nongkrong anak-anak muda yang membawa kendaraan.

Kemudian koordinasi dengan sekurity sekolah-sekolah, cek kendaran yang dibawa siswa apakah layak ada surat-surat, pakai helm, tidak knalpot racing jika melanggar jangan di masukkan ke lokasi parkir.‎

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved