20 Siswa SMP Negeri 1 Sibarut dari Batubulan Mulai Bersekolah
Mereka sudah seminggu tidak bersekolah lantaran akses jalan kampung Batubulan dan Kawahang terputus oleh aliran lava Gunung Karangetang.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Sebanyak 20 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berasal dari Batubulan akhirnya bisa bersekolah kembali, Selasa (12/1/2019).
Mereka sudah seminggu tidak bersekolah lantaran akses jalan yang menghubungkan kampung Batubulan dan Kawahang terputus oleh aliran lava Gunung Karangetang.
Ada 15 siswa dijemput oleh pihak SMP Negeri 1 Sibarut pada hari Minggu dari kampung Batubulan menggunakan perahu motor, kemudian ditampung di dua ruang yang disiapkan oleh pihak sekolah.
Sementara 5 siswa lainnya tinggal di pengungsian di shelter Paseng sejak beberapa hari lalu.
Baca: Aktivitas Karangetang Berkurang, Namun Warga Tetap Harus Waspada
Baca: Total Kerugian Akibat Lava Karangetang Belum Terestimasi, Sementara Baru Rp 34 Miliar
Baca: Ada 4 Pengungsi Karangetang Sedang Hamil, Satu Orang Akan Melahirkan
"Mereka sudah mulai masuk sekolah, dan sementara tinggal di dua ruang yang kami siapkan, dua ruang tersebut bukan ruang kelas, sehingga tidak menggangu," ujar Susmiati Mohor, guru di SMPN 1 Siau Barat Utara.
Untuk kebutuhan 15 siswa tersebut tetap diperhatikan.
"Mereka dibantu oleh dua orang tua yang memasak untuk mereka," jelas dia.
Di antara para siswa tersebut, ada 9 siswa yang persiapan menghadapi UNBK, sehingga mendapatkan perhatian khusus agar tidak terganggu proses belajarnya.
Sendriyani, siswa SMP dari Batubulan, mengaku senang bisa kembali ke sekolah, apalagi dirinya akan menghadapi UNBK.
"Tidak apa-apa tinggal di sekolah, supaya tidak terganggu belajar," ujarnya. (*)