Aktivitas Karangetang Berkurang, Namun Warga Harus Tetap Waspada

Aktivitas gunung Karangetang hingga Senin (11/02/2018) berkurang. Tak terekam lagi terjadinya guguran lava

Aktivitas Karangetang Berkurang, Namun Warga Harus Tetap Waspada
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
visual Gunung Karangetang di Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Aktivitas gunung Karangetang hingga Senin (11/02/2018) berkurang.

Tak terekam lagi terjadinya guguran, hanya ada hembusan sebanyak 13 kali dengan amplitudo 10-52 mm, berdurasi 29-40 detik. +Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung masih level III Siaga, sebab kami pantau secara visual tidak nampak," jelas Yudia Tatipang Kepala pos pengamatan gunung api Karangetang.

Meski aktivitas berkurang, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada, lantaran aktivitas di dalam gunung masih terus terjadi dan bisa mengeluarkan lava kapan saja dalam intensitas besar maupun kecil.

Untuk itu, PPG Karangetang tetap mengeluarkan rekomendasi untuk warga di antaranya, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 kilometer dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 kilometer.

Baca: Bupati Sangihe Jabes Gaghana Beri Bantuan Untuk Pengungsi Gunung Karangetang

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Baca: Update Terbaru: Siswa SD GMIST Batubulan Berbagi Ruangan dengan Pengungsi Gunung Karangetang

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Berita Populer: Ayah Marcelino Mongi Ceritakan Percakapan Terakhir Sebelum Anaknya Meninggal Kecelakaan di Kairagi

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved