Tak Dilayani dengan Baik di RS Seorang Perwira TNI Berpangkat Kapten Mengamuk

"Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit," ucap Leo histeris.

Tak Dilayani dengan Baik di RS Seorang Perwira TNI Berpangkat Kapten Mengamuk
ISTIMEWA/Tribun Medan
Kapten Infanteri Leo Sianturi histeris di depan Kantor BPJS Pematangsiantar lantaran tak dilayani dengan baik di RS TNI Pematangsiantar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapten Infanteri Leo Sianturi, Komandan Koramil 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun, mengamuk di depan Kantor BPJS Kota Pematangsiantar.

Kapten Leo marah karena mendapatkan perlakukan tidak baik dari Rumah Sakit TNI Pematangsiantar.

Kapten Leo curhat kekesalannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI.

Baca: 426 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Kabupaten Purwakarta
Videonya pun beredar di media sosial hingga grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, Kapten Leo yang masih menggunakan infus menaiki kursi roda.

Ia mengamuk mengungkapkan apa yang diterimanya selama dirawat di RS TNI Kota Pamtangsiantar.

"Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit," ucap Leo histeris.

Kapten Infanteri Leo Sianturi histeris di depan Kantor BPJS Pematangsiantar lantaran tak dilayani dengan baik di RS TNI Pematangsiantar.
Kapten Infanteri Leo Sianturi histeris di depan Kantor BPJS Pematangsiantar lantaran tak dilayani dengan baik di RS TNI Pematangsiantar. (IST)

Setelah dari BPJS, Kapten Leo pindah ke Rumah Sakit Swasta Vita Insani Kota Pematangsiantar. Di BPJS, ia mengurus berkas perpindahan dari peserta BPJS TNI ke masyarakat biasa.

Baca: Ahok Bebas Puput Nastiti Belum Pulang Rumah

Kapten Leo menjelaskan ia diusir oleh perawat karena tidak ada keluarga yang menjaga.

Ia mengatakan perawat mengusirnya karena dalam posisi sendiri.

"Saya sedang makan kerupuk disampaikan kenapa makan kerupuk pak. Nasi saya di sana gimana saya mengambil. Istri kemana pak, kata perawat itu. Kalau kita dirawat kan gak perlu ditanya istri dan anak berpa. Lalu kata perawat itu, pak kalau dirawat di sini gak ada yang jaga, gak boleh,"ujarnya di Rumah Sakit Vita Insani, Jumat (25/1/2019).

Halaman
1234
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved