Remaja Warukapas Jadi Tersangka Pembunuhan: Simak Pakar Hukum

Suara musik bambu kalah keras dari tangisan keluarga almarhum Novel Kalengkongan (33), korban penikaman HM

Remaja Warukapas Jadi Tersangka Pembunuhan: Simak Pakar Hukum
tribun manado/dedy manlesu
Ratusan orang mengantar peti jenazah Novel Kalengkongan ke pekuburan di Desa Warukapas, Tatelu, Minahasa Utara, Senin (21/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suara musik bambu kalah keras dari tangisan keluarga almarhum Novel Kalengkongan (33), korban penikaman HM alias Kia (12), saat ibadah pemakaman di Lingkungan IX, Desa Tatelu Warukapas, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (21/1/2019).

Kerabat Novel yang sudah dari tadi berada di dalam ruangan, berdesakan ingin melihat jenazah terakhir kalinya. Seakan tidak mengizinkan peti ditutup, semuanya berteriak sambil meneteskan air mata ketika beberapa pemuda, teman dekat korban, memberi diri bertugas untuk menutup peti jenazah.

Tangis pun kembali pecah saat peti diarak ke kereta pengiringan. Terlihat ayah Novel sampai diusung dua orang karena sudah tak mampu berjalan di belakang peti. "Adoh kasiang, tape anak," hanya itu kata yang terucap berulang sampai ke tempat pemakaman.

Dengan diiringi musik bambu, ratusan meter jarak yang ditempuh dari rumah ke tempat kediaman terakhir korban, pekuburan.

Suasana pemakaman korban penikaman di Warukapas - Novel Kalengkong korban penikaman
Suasana pemakaman korban penikaman di Warukapas - Novel Kalengkong korban penikaman (Kolase Tribun Manado/Dedy Manlesu/Istimewa)

Di tempat pemakaman, bersebelaham dengan tempat kumpul pertemanan mereka yang disebut ‘tampa fufu’, berkumpul sekitar 500 orang sanak saudara dan masyarakat setempat. Pukul 14.00 Wita, ibadah di liang lahat pun dimulai.

Terlihat juga 5 personel Polsek Dimembe yang dipimpin Kapolsek AKP Fenti Kawulur mengawal dan melakukan pengamanan jalannya pemakaman. "Kami hadir sebagai bentuk belasungkawa dan untuk memastikan keamanan jalannya penguburan ini agar semua baik-baik saja. Kami akan memproses lanjut kasus ini," katanya.

Kapolsek Kawulur kepada tribunmanado.co.id mengatakan, korban memang beberapa kali melakukan teguran. "Korban sudah sering menegur tersangka untuk menyuruh pulang. Selayaknya orang tua kepada anak-anak, karena ternyata masih terikat saudara dengan mama tersangka," ujarnya.

Kemungkinam karena tidak senang ditegur, maka tersangka melakukan penikaman. Lanjutnya Kapolsek, diketahui anak ini sudah pernah terlibat kasus pelecehan seksual kepada gadis di bawah umur.

"Setelah kita gali ternyata anak ini sudah pernah terlibat kasus pelecehan kepada anak di bawah umur, jadi track record-nya memang sudah nakal," ujarnya.

Menurut Kapolsek, korban bermaksud baik, tapi tidak diterima tersangka. Ditambah lagi, tersangka sudah bergaul dengan anak putus sekolah dan anak nakal. Ia sudah tidak takut untuk membawa senjata tajam.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved