Pria di Deliserdang Tinggalkan Surat Untuk istrinya Sebelum Gantung Diri

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Sugiah (38).

Pria di Deliserdang Tinggalkan Surat Untuk istrinya Sebelum Gantung Diri
ISTIMEWA
Ilustrasi Gantung diri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Pasar 7, Dusun VI, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang heboh.

Kehebohan tersebut, dikarenakan Rahmad Wijaya Syahputra (38) nekat gantung diri karena masalah ekonomi.

Baca: Tertangkapnya Sinen, Penyanyi Lagu Kosong Dua, Polresta Manado Akan Lakukan Ini

Baca: Siapa Penyanyi Kosong Dua? Ternyata, Duo Kembar Penyanyi Buruh Bagasi

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Sugiah (38).

Saat itu, sekitar pukul 03.30 WIB, Sugiah yang hendak masuk ke dalam kamar tidurnya, terkejut melihat suaminya sudah tewas dalam keadaan tergantung.

Baca: 8 Lagu Manado yang Hits di 2018: dari Anjing Kacili, Kosong Dua,Buang Dalam hingga 2019 Ganti Birman

Baca: Penyanyi Lagu Kosong Dua Ditangkap Tim Macan Polresta Manado, Ini Kasusnya!

"Korban tewas tergantung dengan tali rapiah (nilon) berwarna biru,"kata Budiman.

Melihat itu, secara spontan Sugiah pun berteriak, lalu membangunkan anggota keluarga lainnya.

Kemudian, sambung Budiman, meminta Suriono (ipar korban) dan Siti Nurainun (kakak korban) untuk melepaskan tali yang digunakan korban menghabisi nyawanya, lalu meletakkan jasadnya di ruang tamu rumah.

Baca: Deretan Artis Tanah Air Berdarah Manado yang Tersandung Kasus, dari Kasus Pelakor, hingga Penikaman

"Sehingga ketika Personil Polsek Patumbak tiba di TKP, mayat korban sudah diturunkan,"ujarnya.

Diterangkan Budiman, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, kuat dugaan korban tewas murni karena bunuh diri.

Karena, berdasarkan keterangan dari para saksi, akunya, korban memang tengah dihimpit oleh persoalan ekonomi.

"Kuat dugaan korban stres, karena masalah ekonomi,"katanya.

Hal itu, sambungnya, diperkuat dengan adanya secarcik kertas yang dituliskan korban untuk anak dan istrinya.

Pesan dalam kertas tersebut ditulis korban dengan tangan sendiri diduga sesaat ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca: Pelaku Pembunuhan Guru SD Cinta Rakyat di Siatntar Terancam Hukuman Seumur Hidup

"Korban ada meninggalkan pesan dalam surat untuk istri dan anaknya. Isinya berupa; aku sayang kalian istri dan anak ku. Tapi aku minta maaf, karena tidak bisa membahagiakan kalian. Sebab sudah tidak ada jalan lain. Cuma ini jalan yang bisa dipilih,"ucap Budiman membacakan surat dari korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Gantung Diri, Rahmad Sempat Tinggalkan Surat untuk Istrinya, http://medan.tribunnews.com/2019/01/18/gantung-diri-rahmad-sempat-tinggalkan-surat-untuk-istrinya?page=all.
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution

Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved