Di Sitaro Warga Biarkan Babi Berkeliaran, Lurah Junaedy: Mau Kena Denda atau Kami Jual?

Lurah Bebali Clemens Adam mengakui di daerahnya banyak sekali ternak babi yang tidak dikandangkan.

Di Sitaro Warga Biarkan Babi Berkeliaran, Lurah Junaedy: Mau Kena Denda atau Kami Jual?
net/kids.nationalgeographic.com
ilustrasi ternak babi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro berupaya meraih status terbaik dalam penilaian Kabupaten Sehat 2019.

Satu hal yang menjadi tantangan berat adalah kebiasaan warga membiarkan babi-babi peliharaan berkeliaran di sekitar lingkungan.

Wakil Bupati Sitaro John Palandung menyoroti kebiasaan itu; ia meminta warga pemilik babi agar mengandangkan hewan peliharaannya.

Karena selain mengganggu pemandangan, juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Baca: Gara-gara Babi, Indonesia Hentikan Sementara Pengiriman Mahasiswa ke Taiwan

Satu daerah di Sitaro yang banyak terlihat babi berkeliaran di antaranya Kelurahan Bebali.

Lurah Bebali Clemens Adam mengakui di daerahnya banyak sekali ternak babi yang tidak dikandangkan.

"Kami sudah sampaikan kepada masyarakat agar ternak babi mereka dikandangkan," jelasnya.

Ada yang sudah bisa diberitahukan dan mengandangkan babi mereka, namun ada yang tetap membiarkan saja.

Lurah Bebali Clemens Adam
Lurah Bebali Clemens Adam (Tribun Manado)

Baca: Anak Kambing di Filipina Ini Terlahir Mirip Gabungan Babi dan Manusia

"Ada memang yang masih keras kepala. Namun kami tetap akan berusaha agar mereka mengandangkan babi mereka," jelas dia.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved