Nasib Masih Terkatung-katung, Eks Karyawan PT Delta Pacific Datangi PN Manado

Puluhan warga Bitung eks karyawan PT Delta Pacific Indo Tuna mendatangi Pengadilan Negeri Manado, Kamis (10/1)

Nasib Masih Terkatung-katung, Eks Karyawan PT Delta Pacific Datangi PN Manado
Tribun manado / Finneke Wolajan
Puluhan warga Bitung eks karyawan PT Delta Pacific Indo Tuna mendatangi Pengadilan Negeri Manado, Kamis (10/1). 

Nasib Masih Terkatung-katung, Eks Karyawan PT Delta Pacific Datangi PN Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Puluhan warga Bitung eks karyawan PT Delta Pacific Indo Tuna mendatangi Pengadilan Negeri Manado, Kamis (10/1).

Kedatangan mereka untuk meminta salinan putusan PN Manado yang memenangkan gugatan 149 eks karyawan pada PT Delta Pacific Indo Tuna atas pemutusan hubungan kerja sepihak pada 9 Februari 2018 lalu.

Warga yang sudah datang sejak pagi tampak duduk di lobi PN Manado. Mereka mengalas tikar di lantai ada pula yang tampak tidur. Warga yang datang umumnya ibu-ibu. Ada pula yang membawa anak-anak.

"Kami datang mengambil surat putusan. Kalau tak ada itu, kami tak bisa apa-apa. Nasib kami masih terkatung-katung hingga kini. Kami datang dengan bus, ada pulang yang pakai motor," ujar Faurita Ali, salah seorang warga.

Baca: Eks Karyawan PT Delta Pacific Indo Tuna Menangis Haru, Menangkan Gugatan Rp 13 Miliar

Sebelumnya, melalui Firma Hukum Ibrahim Suprianto Hendri, warga menggugat perusahaan mengganti rugi sebesar Rp 20 miliar di luar pesangon sebesar Rp 7 miliar. Namun Hakim Pengadilan Negeri Hubungan Industrial Manado tak memenuhi dua gugatan.

"Dua materi yang ditolak yakni ganti rugi upah proses berjalan dan aset. Sehingga ganti rugi yang harus dibayar perusahaan sebesar Rp 13,5 miliar lebih," ujar Penasehat Hukum Penggugat, Ibrahim Hiola, usai sidang Kamis (6/12/2018).

Dalam gugatan pertama sebanyak 90 orang, perusahaan wajib membayar ganti rugi sekitar Rp 15 - 16 juta per orang. Karyawan ini terhitung karyawa kontrak dengan masa kerja 3 - 6 tahun.

Sementara gugatan kedua sebanyak 149 orang berhak mendapat sekitar Rp 70 - 90 juta per orang. Mereka terhitung karyawan tetap yang telah bekerja selama 7 - 11 tahun. "Perusahaan terbukti melanggar UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," ujarnya.

PHK sepihak ini dilakukan PT Delta Pacific Indo Tuna pada Tanggal 9 Februari 2018, melalui surat pimpinan PT Delta Pacific Indo Tuna. Dalam surat itu tertuang bahwa sebanyak 512 tenaga kerja telah kena PHK.

Alasan PHK yang diberikan PT Delta Pacific Indo Tuna dikarenakan para pekerja telah melakukan pelanggaran berat. Di mana pada tanggal 7 Februari 2018 telah terjadi aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved