Dalam 2 Tahun Terakhir, Ada 9 Nelayan di Boltim Klaim Asuransi Kematian

Menurut Kepala Dinas Perikanan, Erna Mokodongan, tahun 2017 ada enam orang klaim asuransi kematian, sedangkan 2018 terdapat tiga orang.

Dalam 2 Tahun Terakhir, Ada 9 Nelayan di Boltim Klaim Asuransi Kematian
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Perahu nelayan 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dalam 2 tahun terakhir, 9 nelayan di Boltim klaim asuransi kematian.

Menurut Kepala Dinas Perikanan, Erna Mokodongan, tahun 2017 ada enam orang klaim asuransi kematian, sedangkan 2018 terdapat tiga orang.

Baca: Berkunjung di Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan, Daniel Mananta Beri Motivasi Anak-anak Panti

Baca: Safari Natal di Kecamatan Tareran, Bupati Paruntu Tekankan Hidup Mengasihi

"Dari 2600 pemegang kartu asuransi nelayan. Ada 10 orang berhasil diklaim. Sembilan meninggal dan satu cacat," ujar Erna Mokodongan yang ditemui di kantor Dinas Perikanan, Selasa (18/12/2018).

Kata dia, asuransi sudah diterima oleh masing-masing perwakilan dari nominal Rp20 sampai Rp160 juta rupiah.

Ia menambahkan, 10 nelayan tersebut berhasil diklaim, karena mereka datang melapor.

Baca: Sambangi Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan, Daniel Mananta Ajak Para Anak Panti Yel-yel

Baca: Dana Alokasi Umum Pemerintah Kotamobagu Akan Bertambah

Bupati Boltim, Sehan Landjar mengatakan, semua nelayan berhak mendapatkan asuransi. Maka harus melaporkan diri ke Sangadi atau Dinas Perikanan.

"Asuransi perlu, mengingat resiko pekerjaan yang sering menghantui baik di laut maupun danau. Saya himbau semua nelayan Boltim pegang kartu asuransi nelayan," ujar Sehan Landjar.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved