Bara Hasibuan dan Kementerian LHK Resmikan 8 Titik Ipal Dikonversi Jadi Gas di Kampung Jawa

Delapan unit Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) dari pabrik tahu yang dikonversi menjadi bahan bakar gas diresmikan oleh Bara Hasibuan Walewangko

Bara Hasibuan dan Kementerian LHK Resmikan 8 Titik Ipal Dikonversi Jadi Gas di Kampung Jawa
Tribun manado / Christian Wayongkere
Delapan unit Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) dari pabrik tahu yang dikonversi menjadi bahan bakar gas diresmikan oleh Bara Hasibuan Walewangko anggota komisi VII DPR RI bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Delapan unit Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) dari pabrik tahu yang dikonversi menjadi bahan bakar gas diresmikan oleh Bara Hasibuan Walewangko anggota komisi VII DPR RI bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara, Kamis (6/12/2018).

Menurut Bara politisi Partai Amanat Nasional (PAN), IPAL itu adalah bantuan cuma-cuma dari Komisi VII DPR RI dan Kementrian LHK, diperuntukan untuk kebutuhan memasak warga.

"Jadi ini adalah IPAL Digester pabrik tahu di kampung Jawa Tondano, kami resmikan sekaligus dioperasikan delapan titik IPAL dari kotoran ternak yang dikonversi menjadi bio gas untuk kebutuhan rumah tangga, untuk masyarakat yang tersebar di Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Utara," kata Bara.

Dijelaskannya, untuk sementara ini bantuan Kementerian LHK dan Komisi VII DPR RI untuk IPAL digester pabrik tahu dan dari kotoran ternak yang dikonversi menjadi bio gas untuk kebutuhan rumah tangga, tersebar di tiga daerah, yakni di Minsel, Minut dan Minahasa.

Baca: Bara Hasibuan Desak Perusahaan Tambang Ikut Bantu Pendidikan Sulut

Baca: Steven Kandouw Puji Kinerja Bara Hasibuan di DPR RI, Ingin Pilih tapi Sayang Beda Partai

Pemberian batuan itu kata Bara merupakan tanggung jawabnya sebagai satu - satunya wakil Sulawesi Utara yang duduk di Komisi VII DPR RI.

Dia mempunyai tanggung jawab dalam memastikan bahwa setiap program bantuan dari mitra kerja DPR RI yaitu pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sulawesi Utara.

"Satu di antara fokus kerjanya di Komisi VII DPR RI soal kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sehingga terus mendorong Kementerian LHK untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup di Sulawesi Utara seperti IPAL digester yang diresmikan hari ini. Ada juga motor sampah, pabrik pengolahan emas yang ramah lingkungan dan ada banyak lagi," urai Wakil Ketua DPP PAN ini.

Saat ini untuk pabrik tahu itu bisa digunakan di 15 rumah dan sudah terpasang, di kampung Jawa Tondano.

"Ya saya bersyukur karena sejak beroperasinya IPAL digester ini, sudah satu bulan tidak beli gas untuk memasak sehingga bersyukur dan berterima kasih atas usaha pak Bara," kata Ibu Tun warga yang menerima dan memakai bantuan.

Kasubdit Pengendalian Pencemaran Limbah Usaha Skala Kecil Kementrian LHK Herry Hamdani mengatakan, bantuan ini adalah teknologi penggunaan air limbah pabrik tahu dan ternak yang diolah menjadi bio gas untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

"Yang paling penting bagi kami sebenarnya adalah pengendalian pencemaran lingkungan dari limbah pabrik tahu dan ternak. Tapi jika limbah itu bisa dimanfaatkan adalah apa salahnya. Kebetulan teknologi itu sudah ada sehingga tentunya akan sangat berguna dan punya nilai ekonomi," kata Herry Hamdani.

Baca: Sambut Natal ESDM Bolsel Dapat Tambahan Tabung Gas Elpiji

Baca: Cindy Wurangian Usul Sanksi yang Lebih Berat bagi Rumah Makan Pakai Gas Elpiji 3 kilogram

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa yang diwakili Feiby Karisoh menilai pembangunan IPAL menjawab salah satu kebutuhan masyarakat dalam melestarikan daerah aliran sungai Tondano dalam rangka pengendalian pencemaran air.

"Saya mengapresiasi kinerja yang ditunjukan Anggota DPR RI dapil Sulawesi Utara, Bara Hasibuan Walewangko yang terus berusaha sehingga Provinsi Sulut dan khususnya Kabupaten Minahasa terus mendapatkan bantuan dan program khususnya di bidang Lingkungan Hidup. Saya mewakili Kepala Dinas LHK dan Pemda Minahasa mengucapkan terima kasih kepada Pak Bara," kata Feiby Karisoh.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved