Reuni 212 Kalah dari Poco-poco Jokowi, Guntur Romli: Bawaslu Harus Tindak

Kekuatan Reuni Alumni 212 tak seperti yang diperkirakan. Massa yang berkumpul di Silang Monumen Nasional.

Reuni 212 Kalah dari Poco-poco Jokowi, Guntur Romli: Bawaslu Harus Tindak
antara
Reuni 212 memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (2/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kekuatan Reuni Alumni 212 tak seperti yang diperkirakan. Massa yang berkumpul di Silang Monumen Nasional atau Monas, Minggu (2/11/2018), tak sebanyak peserta tarian Poco-poco yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada 5 Agustus 2018. Massa Jokowi waktu itu masuk rekor dunia.
Demikian kata Mohamad Guntur Romli, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Tari Poco-poco yang dihadiri Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran pemerintah pada tanggal 5 Agustus 2018 pesertanya mengalir dari Silang Monas, Jalan Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Jalan Sudirman, masuk rekor dunia, ini Reuni 212 cuma di Monas saja," kata Guntur Romli yang juga aktivis muda Nahdatul Ulama (NU) kepada tribunmanado.co.id, Minggu kemarin.
Guntur memprediksi akan ada ‘mark up’ jumlah peserta Reuni 212 seperti sebelumnya.

"Pasti akan ada mark up jumlah peserta Reuni 212, seperti Aksi 212 tahun 2016 yang diklaim 7 jutaan, padahal kalau dibandingkan peserta Aksi 212 tahun 2016 hingga Reuni 212 tahun 2018 dengan Tari Poco-poco yang memecahkan rekor dunia pesertanya ‘hanya’ 65 ribu orang, itu Monas, Thamrin, Bunderan HI hingga Sudirman sudah tertutupi para penari. Loh ini yang cuma bikin acara 212 di Monas kok klaimnya jutaan. Mark upnya keterlaluan dan kebanyakan," tegas Guntur.

"Masuk rekor dunia (Guinness World Record) itu kan susah, harus ada bukti-bukti baik dari daftar hadir, pengamatan lapangan, yang menghitung juga dari pihak mereka, bukan klaim panitia dan gak sembarangan seperti klaim Panitia 212 yang tiba-tiba bilang, yang hadir jutaan, padahal cuma di Monas saja," ujar dia.  

Guntur Romli juga menyoroti aksi politik dalam Reuni 212. "Seperti yang diperkirakan, Reuni 212 adalah agenda politik kampanye. Buktinya, pertama, yang hadir elite-elite parpol pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, minus (Partai) Demokrat.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli saat mengunjungi Kantor Tribun Manado beberapa waktu lalu
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli saat mengunjungi Kantor Tribun Manado beberapa waktu lalu (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)

Kedua, Prabowo orasi dalam acara itu dan menyampaikan dirinya adalah calon presiden 2019. Ketiga adanya teriakan-teriakan Prabowo Presiden dalam acara itu," ujar Caleg DPR RI dari PSI untuk Jatim III (Situbondo Bondowoso Banyuwangi).

Untuk itu, Guntur berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengambil tindakan tanpa menunggu laporan.
"Bawaslu harus menindak, gak usa nunggu laporan, ini pelanggaran yang sudah nyata, acara ini juga disiarkan secara langsung di beberapa televisi juga," ujar dia.

Reuni 212 semestinya untuk silaturahmi dan dakwah Islam. Tidak semestinya acara tersebut ditumpangi kepentingan politik. Demikian disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto.

Pemuda Muhammadiyah sebelumnya menyatakan menghormati digelarnya Reuni 212 selama berjalan atas nama dakwah Islam dan silaturahmi antarumat Islam. Pemuda Muhammadiyah tidak mengutus kadernya mengikuti acara tersebut, tapi juga tidak melarang kader yang ingin ikut.

Acara Reuni 212 yang digelar dari pukul 03.00 WIB dengan dimulai salat subuh berjemaah di Monas berlangsung damai hingga ditutup pukul 11.00 WIB. Acara dihadiri Prabowo dan elite parpol pendukung Prabowo-Sandi. Prabowo berorasi singkat dalam acara itu dan menyatakan dirinya dilarang kampanye. Namun sejumlah orang mengelu-elukan Prabowo dan berteriak 'hidup Prabowo' sambil mengacungkan dua jari.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved