Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Hati-hati, 'Makanan Sehat' Belum Tentu Sehat

Kita seringkali menilai makanan berdasarkan labelnya. Misalnya, produk dengan label 'gluten free' atau 'tanpa lemak' langsung dianggap sehat

Tayang:
Editor:
kompas.com
Hati-hati, 'Makanan Sehat' Belum Tentu Sehat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kita seringkali menilai makanan berdasarkan labelnya. Misalnya, produk dengan label "gluten free", "organik" atau "tanpa lemak" langsung dianggap sehat.

Apalagi jika orang-orang di lingkungan kita mulai memengaruhi dan mengatakan makanan tersebut sehat.

Baca: 4 Cara Agar Kita Tak Malas Berolahraga

Apakah cara menentukan makanan sehat cukup dilihat dari labelnya?

Pakar nutrisi Nicole Granato dan Marissa Lippert mencoba membahasnya.

Menurut Granato, hal ini berkaitan dengan sisi pemasaran produk.

Ilustrasi mengkonsumsi  makananan mengandung gula tinggi
Ilustrasi Hati-hati, 'Makanan Sehat' Belum Tentu Sehat (kenh14.vn)

Ketika membaca label "tanpa lemak" atau "rendah kalori", konsumen bisa saja langsung membelinya karena menganggap makanan itu sehat.

Padahal, sehat bukan hanya membatasi asupan lemak dan kalori, namun mengonsumsi makanan yang tepat untuk tubuh kita.

Baca: Ini Dia 4 Kelebihan Si Penyuka Warna Merah

Sementara, semua makanan yang sudah diproses dan dikemas, menurut dia sudah menjadi makanan buatan.

Banyak orang tertipu dengan klaim produk. Padahal faktanya, mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak dan kalori sehat alami, justru bisa membuat tubuh tetap bugar dan sehat dalam jangka waktu panjang.

Hal senada dikatakan Lippert. Sebuah keripik kentang, misalnya, tak serta merta menjadi makanan sehat hanya karena memiliki label "gluten free" pada kemasannya.

Yang harus diperhatikan dari kemasan

Granato menyarankan agar kita selalu memperhatikan bahan yang tertera pada kemasan.

Ketika kita tidak mengenalnya, maka kita harus berhati-hati jika mau membeli produk tersebut, atau bahkan mungkin lebihai baik tidak membelinya sama sekali.

Ia mengaku sangat rajin membaca label bahan makanan yang tertera pada kemasan setiap kali ia berbelanja.

Ilustrasi
Ilustrasi

Kebiasaan itu, menurut dia, membuat kita terbiasa memahami bahan-bahan mana yang tergolong garam atau bumbu tambahan yang ditambahkan ke dalamnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved