Kepala Dusun di Lamongan Ditangkap Polisi gara-gara Tagih Sisa Pembayaran Rumah Bawa Parang

Saat menagih kekurangan pembelian rumah Rp 1, 6 juta, SN mengancam dengan menggunakan sebilah parang pada terlapor.

Kepala Dusun di Lamongan Ditangkap Polisi gara-gara Tagih Sisa Pembayaran Rumah Bawa Parang
surya/hanif manshuri
Foto ilustrasi: Polres Lamongan menangani salah satu kasus. Seorang Kasun di Lamongan dilaporkan polisi karena mengancam pakai parang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Dusun di Lamongan Ditangkap Polisi gara-gara Tagih Sisa Pembayaran Rumah Bawa Parang

Menagih sisa uang pembelian rumah, SN (47) Kasun Caling Desa Sidorejo Kecamatan Sugio Lamongan Jawa Timur dilaporkan polisi oleh warga Kedungpring.

Masalahnya saat menagih kekurangan pembelian rumah Rp 1, 6 juta, SN mengancam dengan menggunakan sebilah parang pada terlapor.

Tindak pidana pengancaman itu dilakukan SN saat meminta uang sisa pembelian rumah milik Musmin di rumah saksi Gunarso Desa Warungering Kecamatan Kedungpring Lamongan pada Selasa (27/11/2018) pukul 20.00 WIB.

Afriandi Budi Santoso (31) , korban kepada penyidik, mengungkapkan, sekitar pukul 20.00 WIB ia bertemu dengan SN di rumah Gunarso.

Saat itu SN tiba-tiba menghampirinya dan meminta uang sisa pembelian rumah milik Musmin.

Namun, korban belum mampu memberikannya karena sesuai perjanjian uang sisa pembelian akan dibayarkan apabila rumah itu sudah selesai.

Mendapati penjelasan itu, SN bukannya mau memahami, malah marah. Dengan serta merta SN membuka jok sepeda motornya mengambil parang dan diacungkan kearah korban dengan mengatakan

“Iki landep iki kenek di gawe nyudet awakmu (Ini tajam ini bisa buat belah kamu, red)," kata SN seperti ditirukan korban.

Tindakan pengancaman itu disaksikan Gunarso. Saksi melerai keributan dan SN kemudian meninggalkan rumah saksi.

Halaman
12
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved