Ini Peran 4 Anggota Polres Kotamobagu dalam Kasus Penggelapan Mobil yang Diungkap Polda Sulut

Empat tersangka di antaranya merupakan anggota Polres Kotamobagu yang diduga terlibat sindikat itu.

Ini Peran 4 Anggota Polres Kotamobagu dalam Kasus Penggelapan Mobil yang Diungkap Polda Sulut
KOLASE TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Hari Sarwono dan Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, membeber para tersangka penggelapan mobil itu di lobi lantai 1 Mapolda Sulut, Kamis (8/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polda Sulut menangkap 14 tersangka penggelapan mobil dan dan pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor (STNK)  ditangkap Polda Sulut pada Juli hingga Oktober 2018.

Empat tersangka di antaranya merupakan anggota Polres Kotamobagu yang diduga terlibat sindikat itu. 

Mereka yakni  TA alias Taufiq, HM alias Hamdan, MM alias Marthen, dan SM alias Servin.

Polda juga menyita 18 mobil hasil penggelapan, STNK palsu, dan pajak palsu.

Para tersangka menyewa mobil kepada rental di Kota Manado selama 1 bulan. 

Baca: Ini Modus Pelaku Penggelapan Mobil yang Libatkan 4 Anggota Polres Kotamobagu

Mobil yang disewa itu kemudian dijual lagi dengan harga minimal Rp 20 juta kepada orang lain.

Setelah dijual, mobil itu dibawa ke Bolaang Mongondow untuk diubah nomor polisinya.

Di sana, 4 polisi yang bertugas di Polres Kota Kotamobagu mengubah STNK dan nomor polisinya.

Dari hasil pembuatan surat itu, para polisi di Bolmong mematok harga senilai Rp 3 juta per kendaraan.

Para polisi itu kemudian juga mencarikan pembeli baru bagi kendaraan yang digelapkan itu dan menjualnya senilai Rp 130 juta,

Halaman
1234
Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved