Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Ini 150 Tahun Lalu, Pastor Van De Vries Tiba di Langowan, Kembalinya Gereja Katolik

Hari ini, 18 September 2018 tepat pada 150 tahun lalu, misionaris Jesuit Pater Johanis de Vries SJ tiba di Langowan.

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Makam Daniel Mandagi yang baru di Langowan 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Hari ini, 18 September 2018 tepat pada 150 tahun lalu, misionaris Jesuit Pater Johanis de Vries SJ tiba di Langowan.

Ia sudah berlabuh di Kema 14 September 1858 di Kema dan membaptis di situ. Tujuan utamanya memberikan sakramen permandian kepada seorang anak bernama Demol Mandagi.

"Adapun latar belakang kedatangan Pater Johanis de Vries SJ itu yaitu permintaan Daniel Mandagi melalui sebuah surat kepada Uskup Batavia waktu itu Mgr Petrus Maria Vrancken Pr, dengan maksud meminta seorang imam untuk mempermandikan anaknya Demol. Hal itu disebabkan karena sekitar tahun 1865 tidak ada imam di Langowan, (akibat dilarang VOC dari tahun 1600-an) melainkan hanya pendeta Protestan bernama Schapman," kata Komsos Paroki Langowan, Frangky Wulur.

Baca: Benda Ini Ditemukan di Makam Daniel Mandagi, Perintis Katolik Masuk Kembali di Keuskupan Manado

Ia mengatakan Daniel Mandagi meminta kepada Pendeta Schapman untuk membabtis anaknya secara Katolik. Permintaan itu ditolak Pendeta Schapman dengan alasan Daniel Mandagi adalah seorang penganut agama Katolik.

"Maka pada suatu kesempatan, Daniel Mandagi berinisiatif menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Uskup Batavia Mgr Petrus Maria Vrancken Pr yang isinya meminta seorang imam agar dapat mempermandikan anaknya. Sekitar tiga tahun berselang, datanglah seorang Misionaris Jesuit bernama Pater Johanis de Vries SJ dan tiba pertama kali di pelabuhan Kema pada tanggal 14 September 1868 serta selanjutnya melakukan perjalanan menuju Langowan dan tiba tanggal 18 September tahun yang sama," katanya.

Umat mengikuti misa perayaan puncak Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado, di Emmanuel Amphitheater Catholic Youth Center, Lotta, Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (14/09/2018).
Umat mengikuti misa perayaan puncak Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado, di Emmanuel Amphitheater Catholic Youth Center, Lotta, Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (14/09/2018). (TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS)

Setibanya di Langowan, Pater Johanis de Vries SJ menumpang di kediamannya Pendeta Schapman untuk beberapa hari. Pada hari itu juga, Pater Johanis de Vries SJ menemui pemimpin wilayah setempat bernama Mayor Thomas Sigar dan selanjutnya Daniel Mandagi serta mereka yang akan dipermandikan.

Baca: Inilah Sejarah Katolik Masuk Kembali di Wilayah Keuskupan Manado 150 Tahun Lalu

"Setelah melakukan persiapan pada hari itu, keesokan harinya 19 September 1868 jam 11 tengah hari dilangsungkan Misa dan dilanjutkan dengan pemberian Sakramen Permandian kepada anak Daniel Mandagi bernama Demol Mandagi serta 10 orang lainnya," katanya.

Angki sapaan akrabnya mengatakan 19 September 1868 uumat Katolik Paroki St. Petrus Langowan akan metayakan Yubelium 150 Tahun Permandian Pertama berdasarkan acuan sejarah tersebut. Apalagi diperkuat. buku permandian pertama yang ditulis tangan oleh Pater Johanis de Vries SJ sendiri.

"Ada kemungkinan bahwa setelah dipermandikan, Demol Mandagi mendapatkan nama baptis Agustinus, sehingga nama seperti yang tertulis dalam buku silsilah keluarga adalah Agustinus Demol Mandagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved