Kisah Pilu Kaum LGBT di Manado, Mengaku Dipersekusi, Berhenti Sekolah hingga Diusir dari Gereja

KPA Sulut serta sejumlah komunitas, jumlah kaum LGBT di Manado berkisar 3.000 hingga 5.000 orang.

Kisah Pilu Kaum LGBT di Manado, Mengaku Dipersekusi, Berhenti Sekolah hingga Diusir dari Gereja
Kompas
Ilsutrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) terus tumbuh di Manado.

Data yang diperoleh Tribun Manado dari KPA Sulut serta sejumlah komunitas, jumlah kaum LGBT di Manado berkisar 3.000 hingga 5.000 orang.

Kisah mereka di Manado bak kisah para penyihir di eropa pada abad pertengahan.

Mereka secara tak langsung bagai diburu, dipersekusi, didiskriminasi bahkan dikriminalkan.

Pelakunya bisa teman, guru, pelayan masyarakat, aparat keamanan, bahkan keluarga terdekat atau orang tua.

Baca: Akibat Pesta Miras, 4 Penyuka Sesama Jenis Diamankan Patroli Polresta Manado

Tokoh agama yang mustinya melindungi yang tersisih, malah ikut - ikutan mendiskriminasi.

Tribun Manado melakukan reportase tentang kehidupan kaum LGBT di Manado.

Terungkap kepedihan mereka yang selama ini tersembunyi rapat.

Bagaimana mereka terombang ambing antara menerima atau menolak orientasi seks yang berbeda, perasaan tertolak, minder, ingin bunuh diri dan yang paling tragis menggugat keadilan Tuhan setelah doa yang bercucuran air mata.

"Kami juga tak ingin dilegalkan, tapi mohon jangan tindas kami, kami juga manusia ciptaan Tuhan," kata
Boy - sebut saja demikian - seorang diantaranya kepada Tribun Manado di salah satu cafe, Senin (3/9/2018).

Halaman
1234
Tags
LGBT
Manado
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help