Harga Kopra Anjlok, Inilah yang Dilakukan Disperindagkop Bolsel untuk Meningkatkan Pendapatan Petani

Disperidagkop berupaya agar limbah olahan akan memberikan dampak berupa nilai tambah ekonomi bagi para petani

Harga Kopra Anjlok, Inilah yang Dilakukan Disperindagkop Bolsel untuk Meningkatkan Pendapatan Petani
Tribun manado / Alex Bryan Taroreh
Grafis Produk Turunan Kelapa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Melemahnya harga jual kopra tak lantas membuat Dinas Perdagangan dan Kooperasi (Disperindagkop) di Kabupaten Bolsel putus asa.

Disperidagkop berupaya agar limbah olahan akan memberikan dampak berupa nilai tambah ekonomi bagi para petani.

"Kami berupaya untuk memberi nilai tambah terhadap produk ikutan seperti sabut dan tempurung kelapa," ujar Kepala Disperindagkop Bolsel Amstrong Apollo, Kamis (9/8).

Kata dia, pihaknya akan membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang khusus menangani dua produk tadi menjadi barang berharga yang bisa dijual.

"Itulah tujuan kami dua hari ini berkunjung ke pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)," ucapnya.

Kata dia, rencananya serabut akan dibuat menjadi tali serta keset kaki, dan tempurung dijadikan kancing baju, gantungan kunci, arang, dan sebagainya.

"Pemda juga harus siap mendukung UKM," pintanya.

Dibeberkannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bidang pertanian untuk potensi serabut dan tempurung kelapa.

"Tapi belum ada jumlah real," bebernya.

Dia ingin program ini berjalan berkelanjutan sebagaimana yang diharapkan oleh bupati dan wakil bupati, bahwa hasil pertanian harus menghidupkan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved