Kerap Dilakukan, Menghukum Anak dengan Cara Ini Akan Timbulkan Trauma
Biasanya orangtua akan memberikan hukuman dengan harapan anak tak akan mengulangi perbuatannya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap orangtua memiliki cara mendidik buah hati yang berbeda, tak jarang dalam prosesnya orangtua menemukan perilaku anak yang tidak sesuai.
Jika sudah begitu, biasanya orangtua akan memberikan hukuman dengan harapan anak tak akan mengulangi perbuatannya.
Sebenarnya Moms boleh saja memberikan hukuman kepada Si Kecil, asalkan hukuman tersebut sesuai dengan usia anak dan memotivasi anak untuk tidak melakukan hal yang tak baik lagi dikemudian hari.
Seorang psikolog anak Ine Indriani, M.Psi menyebutkan, salah satu kekeliruan orangtua saat memberi hukuman adalah pemahaman tidak menyeluruh akan jenis hukuman yang diberikan.
Dengan kata lain, hukuman yang diberikan belum tentu efektif bagi anak bahkan akan menimbulkan dampak negatif di masa mendatang.
Baca: Ini Potret Ratu Elizabeth II Sejak Bayi Hingga Sekarang
Untuk itu, penting Moms untuk menghindari jenis hukuman berikut ini karena justeru dapat menimbulkan trauma pada masa perkembangan anak.
- Memarahi anak didepan teman-temannya, hal ini akan membuat anak merasa malu sehingga menimbulkan rasa rendah diri.
- Menggunakan kekerasan fisik seperti memukul, menjewer, atau menggunakan benda tertentu
- Mengurung anak di dalam ruangan gelap atau tertutup
- Menghukum dengan tidak memberikan makan, karena akan berpengaruh dalam masa tumbuh kembang anak
- Menghukum dengan memaki dan membanding-bandingkan anak.
Setiap anak adalah unik, walaupun sedang jengkel menghukum dengan metode ini akan menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak dan persepsi bahwa ia adalah orang yang nakal.
Baca: Inilah Bintang Bollywood yang Hadiri Pertunangan Anak Konglomerat Terkaya di India
- Menghukum dengan pekerjaan rumah yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kapasitas anak.
Misalnya, menghukum anak usia 6 tahun dengan cara diminta menyetrika baju, menyapu lantai, mengepel lantai, atau memasak.
- Menghukum anak dengan harus belajar berjam-jam tanpa henti.