Berikut Penjelasan PT Wijaya Karya Terkait Insiden Pekerjaan Jalan Tol Manado-Bitung

Kecelakaan Kerja terjadi di lokasi proyek pembangunan jalan bebas hambatan Manado-Bitung di Desa Tumaluntung

Berikut Penjelasan PT Wijaya Karya Terkait Insiden Pekerjaan Jalan Tol Manado-Bitung
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Proses evakuasi pekerja yang tertimbun material proyek di Jalan Tol Manado-Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan Kerja terjadi di lokasi proyek pembangunan jalan bebas hambatan Manado-Bitung  di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 15.05 Wita

Sehubungan dengan insiden yang terjadi di Proyek Jalan Tol Manado - Bitung, PT Wijaya Karya selaku pelaksana memberikan penjelasan terkait insiden tersebut melalui press rilisnya berikut:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mendapatkan kepercayaan untuk pekerjaan Jalan Tol Manado Bitung (STA 11+70-- STA 14+000) dari total 40 km jalan tol yang dibangun untuk memangkas waktu tempuh kedua kota utama di Sulawesi Utara.

Baca: BREAKING NEWS - Satu Pekerja Jalan Tol Manado-Bitung Ditemukan Tewas

Pada setiap pekerjaan konstruksi, Perseroan sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan di area konstruksi, termasuk didalamnya memastikan bahwa metode kerja yang dilakukan telah memenuhi prasyarat

Untuk menjaga mobilitas dan aksesibilitas warga di area terbangunnya proyek konstruksi, seringkali diperlukan pembangunan akses atau struktur yang menghubungkan satu titik ke titik lainnya (rekayasa lalu lintas) sehingga mobilitas dan aktivitas warga tidak terganggu selama pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

Sejak Senin (16/4) pukul 22.00 telah dilaksanakan pembangunan overpass (2 slab) di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (STA 13+600) dengan spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter sebagai penghubung atau akses Jalan Tumaluntung yang kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass
Jalan Tol Manado Bitung.

Baca: Berikut Daftar Nama Korban Kecelakaan Kerja di Jalan Tol Manado Bitung

Pada Selasa (17/4/2018) pukul 13.58, pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh, dimana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun.

Dengan demikian dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jl. Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado - Bitung (underpass) dan bukan konstruksi Jalan Tol Manado Bitung (belum terbangun).

Baca: Foto-foto Proses Evakuasi 3 Pekerja yang Tertimbun Material Proyek di Jalan Tol Manado-Bitung

Sekretaris Perusahaan, Puspita Anggraeni mengatakan pihaknya  bersama Basarnas, Brimob dan Kodim setempat bekerjasama dalam penanganan evakuasi 21 korban yang bekerja di lokasi.

5 orang pekerja telah mendapatkan perawatan dan sudah diizinkan untuk kembali pulang, adapun 14 orang mendapat perawatan inap untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan.

Adapun 2 orang pekerja masih mendapatkan pertolongan di lokasi.

Baca: Ternyata Ada 17 Korban Runtuhnya Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Dua Orang Masih Dicari

"PT Wijaya Karya  (Persero) Tbk bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini dan memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik. Perseroan berkomitmen untuk memulihkan dan mengamankan lokasi serta menyelesaikan pekerjaan Jalan Tol Manado Bitung dengan memperhatikan aspek safety, quality, dan time delivery sebagai prioritas dari Perseroan untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia serta memastikan insiden ini tidak mempengaruhi target waktu penyelesaian Proyek Jalan Tol Manado Bitung agar dapat segera memberikan manfaat keekonomian bagi masyarakat Sulawesi Utara pada khususnya  dan Indonesia pada umumnya," terangnya

Editor: Aldi_Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help