Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Bahayanya Membonceng Anak Dengan Motor di Depan Pengendara

Pengguna sepeda motor terutama yang memiliki anak kecil, kerap membawa anaknya berkendara dan memposisikan sang anak berada di depan.

Editor:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Moms bagaimana biasanya posisi Moms saat membonceng Si Kecil ketika berkendara dengan motor?

Apakah posisi di depan pengendara?

Atau posisi Si Kecil dibelakang pengendara?

Pengguna sepeda motor terutama yang memiliki anak kecil, kerap membawa anaknya berkendara dan memposisikan sang anak berada di depan dengan alasan lebih mudah untuk diawasi.

Namun ternyata posisi ini justru berbahaya untuk keselamatan sang buah hati.

Potensi bahaya yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding berada di belakang pengendara.

Dilansir dari Gridoto, meletakkan anak kecil di depan ini berbahaya, salah satunya bisa terkena kotoran dan debu atau mungkin kerikil.

Angin juga tidak baik untuk anak-anak karena bisa melemahkan kondisi kesehatan mereka.

Aturan yang tepat membawa anak adalah sama dengan membawa penumpang dewasa.

Posisi paling benar ada di belakang kemudi, tidak lupa dengan perangkat keselamatan lengkap seperti helm, jaket dan sepatu.

Murni juga mengungkapkan selama ini banyak orang tua yang memaksa membawa anak-anak mereka bepergian dengan motor meski masih belum cukup umur.

Batasan cukup umur adalah mampu memegang pengendara di depannya dengan tenaga sendiri.

"Kadang anaknya masih kecil, dibawa pakai kain. Diikatkan. Itu jelas berbahaya karena untuk pengendara sendiri dapat kehilangan konsentrasi nantinya jadi kecelakaan," ucap Murni, yanti, anggota Women on Wheels.

Untuk lebih aman guna memastikan si kecil sudah bisa dibawa menggunakan motor adalah dengan mencoba apakah kakinya sudah bisa mencapai pijakan kaki penumpang.

Terakhir untuk keselamatan jangan membonceng anak lebih dari satu atau membonceng hingga lebih dari dua orang.

Tidak lupa juga patuhi peraturan lalu lintas selama di jalan raya.

orantua sebaiknya tidak memaksakan membonceng anak jika belum memenuhi kriteria di atas.

Semua aturan ini bertujuan untuk keselamatan anak dan pengemudi saat berlalu lintas.

Sumber: Nakita
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved