Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu:  Hidup Adalah Kesempatan

Dari firman ini, mau dinyatakan bahwa iman para murid dan gereja perdana didasari oleh pengalaman iman yang nyata.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Pdt Efert Dodolang M.Th, Kasi Bimas Kristen Kemenag Bolmong dan Melayani GMIM Bukit Moria Tikala Baru 

Lukas 24: 44-53 Apa yang saudara pikirkan dengan judul diatas? Hidup adalah kesempatan. Tidak sekedar penggalan sair lagu yang sementara popular digemari disemua kalangan.

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Hidup adalah kesempatan, selagi masih ada waktu! Ya, ini setidaknya mau menyatakan: ada waktu yang bisa dimanfaatkan, adanya pembatasan waktu dan harus dipakai sebak-baiknya. Memang saudara, manakala kita ’masih ada waktu, atau masih diberi waktu’, kita harus memakai waktu itu dengan baik.

Pada prinsipnya semua yang kita alami dalam hidup adalah sebuah kesempatan. Karena tidak semua kita mendapat kesempatan maka jika Tuhan mengijinkan kita untuk menikmati kesempatan untuk memuliakanNya janganlah disia siakan, sehingga saatnya tiba kita telah menjadi berkat.

Lantas, apa kaitannya dengan peristiwa penampakan diri Yesus?

Ya benar bahwa peristiwa tersebut adalah kesempatan, kesematan untuk memahami firman Tuhan, kesempatan untuk memperbaharui pandangan, kesempatan untuk menjai saksi.

Sebelum Tuhan Yesus pergi meninggalkan para muridNya, Kristus terlebih dahulu menyatakan diri bahwa Dia sungguh-sungguh hidup, “Lihatlah tanganKu dan kakiKu; Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu” (Lukas 24:39).

Dari firman ini, mau dinyatakan bahwa iman para murid dan gereja perdana didasari oleh pengalaman iman yang nyata. Namun perlu diingat bahwa yang menentukan mereka mengimani Kristus yang bangkit bukan terjadi karena kekuatan manusiawi.

Iman para murid dibentuk oleh pengajaran dari Kristus yang bangkit, sehingga mereka dimampukan untuk mengerti bahwa penderitaan, kematian dan kebangkitan serta kenaikan Kristus ke sorga ditempatkan dalam kerangka karya keselamatan Allah sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi.

Seandainya peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan serta kenaikan Kristus ke sorga tidak dinubuatkan terlebih dahulu maka segala peristiwa tersebut tidak memiliki makna apapun sebab tidak menjadi bagian dari karya keselamatan Allah.

Itu sebabnya dalam Lukas 24:45 menyaksikan, Tuhan Yesus membuka pikiran mereka, “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci”.

Para murid dan gereja perdana percaya karena Kristus yang bangkit telah memberikan pengajaran dan Dia pula telah membuka pikiran serta pengertian mereka sehingga mereka dapat mengerti makna firman Tuhan yang telah dinubuatkan.

Para murid sungguh mendapatkan kesempatan. Kesempatan untuk memahami dan mengerti karya Keselamatan yang dikerjakan Allah.

Peristiwa yang disaksikan para murid boleh disebut sebagai mujisad atau supernatural. Namun apakah melalui peristiwa tersebut mereka memahami sebuah karya yang dikerjakan Allahh untuk Keselamatan dunia? hanya ketika Yesus membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti kitab suci.

Selaku umat percaya, kita membutuhkan karya Kristus yang membuka dan menyingkapkan pikiran sehingga kita mengerti makna firman Tuhan. Sebab jika pikiran dan pengertian kita tertutup oleh kebenaran kita sendiri, maka segala bentuk karya dan penyataan Allah yang paling spektakuler sekalipun tidak akan mampu membuat kita percaya dan mengalami pembaharuan hidup.

Makalah tepat jika saatnya kita berkata bahwa hidup ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk menanggalkan pikiran manusia/kedagingan yang sia-sia, dan menerima karya kristus yang membuka dan menyingkapkan pikiran agar kita mampu melihat karya selamat Tuhan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved