Persoalan 'Klasik' Sampah di Manado, Pahlano Daud: Ubah Prilaku dan Gaya Hidup

Masalah sampah juga sudah bukan lagi sekadar masalah kebersihan dan lingkungan, tetapi sudah menjadi masalah sosial.

Persoalan 'Klasik' Sampah di Manado, Pahlano Daud: Ubah Prilaku dan Gaya Hidup
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
'Lautan' Sampah di pesisir Teluk Manado 

JR Pahlano Daud

Peneliti dan Dosen Marine Ecotourism,
Politeknik Negeri Manado.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Karena setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah.

Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang mengkhawatirkan dan mendesak di Sulawesi Utara, sebab bila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan, mencemari tanah, air dan udara sehingga berdampak pada nilai estetik dan kesehatan manusia.

Masalah sampah juga sudah bukan lagi sekadar masalah kebersihan dan lingkungan, tetapi sudah menjadi masalah sosial yang mampu menimbulkan konflik seperti di TPA Leuwigajah-Cimahi dan di Bojong-Bogor, Jabar.

Penanganan dan pengendalian sampah yang benar tentunya dimulai dari daratan tempat pemukiman yang merupakan pusat aktivitas manusia.

Pengelolaan sampah di daratan merupakan kunci keberhasilan secara menyeluruh, lingkungan sekitarnya seperti sungai dan laut merupakan indikator keberhasilan tersebut.

Jumlah atau volume sampah adalah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang atau material yang digunakan sehari-hari.

Demikian juga jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi.

Karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari `pengelolaan' gaya hidup masyarakat.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved