Tribun Manado Travel

Pesona Selimut Kabut di Gunung Ambang

GUNUNG Ambang tak hanya cantik ketika berada di bawah cahaya matahari dan terangnya langit biru

Pesona Selimut Kabut di Gunung Ambang
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Gunung Ambang 

Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID -   GUNUNG Ambang tak hanya cantik ketika berada di bawah cahaya matahari dan terangnya langit biru. Gunung yang mempunyai ketinggian 1.689 meter di atas permukaan laut yang berlokasi di Tanah Bogani ini memberi sensasi berbeda ketika sedang diselimuti kabut.

Sejak pagi, hujan enggan menjauh dari atas langit Desa Bongkudai Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Hawa dingin pegunungan desa di dekat Danau Moaat ini menusuk hingga ke tulang.

Di balik pekatnya kabut pagi hingga siang itu, samar‑sama terlihat kawasan Leher Unta, lokasi di mana menjadi tempat favorit penjelalah Gunung Ambang yang terletak di Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow ini.

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 13.00. Langit yang masih berwarna abu‑abu nyaris memupuskan tekad untuk menjamah gunung yang dikata orang ini eksotis. Rinai yang tak kunjung menjadi deras, membulatkan kembali tekad yang sempat redup. Perjalanan dimulai pukul 13.30.

Dari Desa Bongkudai Baru ini, Leher Unta serasa sangat dekat. Sudah sangat terlihat, meski ditutupi kabut. Perjalanan pun dimulai, mengarah ke perkebunan hortikuktura warga.

Desa ini dan desa sekitar memang dikenal dengan kawasan hortikultura. Berada dekat dengan gunung vulkanis, membuat kawasan Danau Moaat hingga ke Modoinding, Minahasa Selatan, ini bertanah subur.

Jalur pendakian ini masih landai. Kendaraan roda dua pun sebenarnya bisa melewati jalur ini. Pakai motor dan memarkir kendaraan di kebun warga. Kondisi jalan rusak, penuh dengan bebatuan.

Menit‑menit pertama pendakian, masih dengan medan yang landai. Sekitar 30 sampai pertama, jalur masih mudah untuk dijajaki. Terus menyusuri, hingga tiba di jalur tanjakan yang curam, sekitar 60‑70 derajat.

Medan lumayan menguras tenaga. Apalagi saat itu hujan. Jalanan licin. Para pendaki beberapa kali harus tergelincir. Tanjakan ini memakan waktu sekitar 45 menit, sebab lumayan curam.

Halaman
12
Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help