Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sony Terjebak Selama 4 Jam dalam Antrean Kendaraan

Warga meletakkan ban-ban bekas dan bambu yang melintang menghalangi lalu lintas kendaraan bermotor.

Tayang:
Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, POIGAR  - Warga Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)   memblokade Jalan Trans Sulawesi, Sabtu (26/10/2013). Aksi ini merupakan bentuk penolakan warga  tiga desa di kecamatan itu atas aktivitas sebuah perusahaan tambang yang akan mengeruk pasir besi.

Warga meletakkan ban-ban bekas dan bambu yang melintang menghalangi lalu lintas kendaraan bermotor. Warga yang datang dari Desa Poigar Satu, Dua, dan Tiga itu pun membakar ban-ban bekas. Akibatnya, kendaraan dari arah Manado dan Kotamobagu tidak bisa bergerak. Antrean kendaraan terjadi hampir sekitar delapan kilometer.

Aksi tersebut mulai berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita. "Saya sudah hampir empat jam ini menunggu (terjebak dalam antrean). Kendaraan sama sekali tak bisa maju atau kembali lagi," ujar Sony Sayow yang sedang menuju Lolak dari Manado.

Berdasarkan keterangan saksi mata, aksi tersebut dilakukan secara spontan. Pemicu kemarahan warga adalah masuknya kendaraan truk tronton yang membawa kontainer. "Ada tiga kendaraan tronton yang masuk ke lokasi perusahan yang membawa kontainer. Isi kontainer itu alat penyedot pasir," ujar seorang warga Poigar.

Menurut Yudi Mokodongan, warga lainnya, masyarakat di daearah itu minta agar perusahaan tambang tersebut tak beroperasi di daerah mereka. Jika perusahaan  bersikeras, kata dia, warga di daerah tersebut akan melakukan aksi yang sama. "Warga akan mengadakan aksi yang lebih besar," kata Yudi. (suk)

Selengkapnya baca Tribun Manado edisi cetak 27 Oktober 2013

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved