Taman Baca di Talaud
Teras Sampiri Taman Baca Masyarakat di Talaud, Cerdaskan Anak di Perbatasan Indonesia-Filipina
TBM Teras Sampiri hadir sebagai ruang belajar sederhana yang membuka akses bacaan bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Sampiri hadir sebagai ruang belajar sederhana yang membuka akses bacaan bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.2. Inisiatif tersebut digagas oleh pegiat literasi lokal, Dodi Maarial yang memulai langkahnya dari koleksi pribadi sekitar 200 buku.3. Sejak berdiri pada 2024, TBM Teras Sampiri berkembang menjadi ruang belajar alternatif, terutama bagi anak-anak.
TRIBUNMANADO.CO.ID,TALAUD- Di ujung utara Pulau Sulawesi, tepatnya di Desa Dapalan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulwesi Utara, sebuah gerakan literasi tumbuh dari inisiatif masyarakat.
Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Sampiri hadir sebagai ruang belajar sederhana yang membuka akses bacaan bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.
Keberadaan TBM ini menjadi satu-satunya taman baca di Kepulauan Talaud.
Baca juga: Kolaborasi Gramedia Samrat Manado dan Taman Baca Masyarakat Hadirkan Workshop Literasi
Inisiatif tersebut digagas oleh pegiat literasi lokal, Dodi Maarial yang memulai langkahnya dari koleksi pribadi sekitar 200 buku.
Nama “Sampiri” yang diusung bukan sekadar simbol, melainkan identitas lokal.
Sampiri merupakan satwa endemik khas Talaud, yang mencerminkan kedekatan taman baca ini dengan lingkungan dan budaya setempat.
“Tujuan utama kami adalah menyediakan akses bacaan yang mudah, gratis, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Dodi.
Sejak berdiri pada 2024, TBM Teras Sampiri berkembang menjadi ruang belajar alternatif, terutama bagi anak-anak.
Berbagai kegiatan seperti membaca bersama hingga belajar sambil bermain rutin digelar guna menumbuhkan minat baca sejak dini.
Perkembangan pesat terjadi pada 2025, saat TBM ini mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud berupa 1.000 buku bacaan anak serta bantuan lemari buku dari Perpustakaan Nasional.
Dukungan juga datang dari berbagai komunitas dan lembaga, termasuk Donasi Buku Kita Indramayu, NGO Pusat Informasi Sampiri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara Resort Karakelang Utara, hingga kontribusi masyarakat.
Pengelolaan TBM dilakukan secara mandiri oleh para relawan yang didominasi pemuda desa.
Sistem administrasi pun telah diterapkan, mulai dari pembuatan kartu anggota, pencatatan peminjaman buku, hingga aturan denda keterlambatan.
Kehadiran TBM Teras Sampiri mulai menunjukkan dampak positif.
Minat baca anak-anak meningkat, sekaligus menjadi ruang berkumpul yang produktif bagi generasi muda di wilayah perbatasan.
| Daftar Harga Emas Hari Ini Rabu 29 April 2026 di Pegadaian |
|
|---|
| Pengurus IKA UT Manado Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Lengkapnya |
|
|---|
| Daftar Desa di Kecamatan Wori Minut yang Akan Gelar Pemilihan Hukum Tua 2026 |
|
|---|
| 3 Calon Pekerja Migran Non Prosedural ke Jepang Dicegah Aparat di Manado, Terbongkar Modus Liburan |
|
|---|
| Ketua Sinode, Mantan Ketua BPMS hingga Eks Bendahara GMIM Diperiksa atas Dugaan Penggelapan Dana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TBM-Teras-Sampiri-sdfgherth.jpg)