Oknum TNI AL Aniaya Warga
Guru yang Dianiaya Oknum Aparat di Melonguane Talaud Dikenal Baik dan Ramah
Sejumlah oknum anggota aparat diduga melakukan penganiayaan terhadap enam warga sipil di Melonguane pada Jumat (23/1/2026) dini hari.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Tindakan arogan oknum aparat terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
- Sejumlah oknum anggota aparat diduga melakukan penganiayaan terhadap enam warga sipil di Melonguane pada Jumat (23/1/2026) dini hari.
- Terlihat kondisi salah satu korban yang merupakan seorang guru mengalami luka lebam di bagian wajah serta luka parah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MELONGUANE – Tindakan arogan oknum aparat terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Sejumlah oknum anggota aparat diduga melakukan penganiayaan terhadap enam warga sipil di Melonguane pada Jumat (23/1/2026) dini hari.
Peristiwa ini viral dan beradar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi salah satu korban yang merupakan seorang guru mengalami luka lebam di bagian wajah serta luka parah di bagian punggung.
Hingga kini guru itu masih dirawat di fasilitas kesehatan.
Peristiwa bermula saat para oknum aparat tersebut diduga membuat keributan dalam kondisi mabuk.
Adu mulut sempat terjadi di lokasi kejadian sebelum akhirnya berujung pada pengeroyokan warga.
Berdasarkan keterangan warga setempat, aksi onar yang dilakukan oknum-oknum ini sudah sering kali terjadi dan kerap meresahkan masyarakat.
Seorang sumber yang meminta identitasnya disamarkan menyatakan bahwa perilaku para oknum tersebut sudah melampaui batas kesabaran warga.
"Ini sebelas kali masih bisa dimaklumi membuat kekacauan. Yang ke 12 kali sudah tidak bisa dimaklumi kali ini," tegas sumber tersebut kepada Wartawan Tribun Manado, Eduard Tahulending, Jumat (23/1/2026) malam.
Ia menyayangkan sikap oknum aparat itu yang seharusnya mengayomi, ini malah justru sering membuat kekacauan dan meresahkan warga setempat.
Guru yang Dianiaya Oknum Aparat Dikenal Baik dan Ramah
Seorang guru yang mengalami luka berat akibat aksi penganiayaan oknum aparat dikenal sebagai pribadi yang lurus dan tidak pernah bersentuhan dengan miras.
"Tidak merokok dan tidak minum," ujar saksi.
Pada saat kejadian, korban sedang berada di pelabuhan untuk menyalurkan hobi memancing.
Melihat adanya keributan yang dipicu oleh oknum aparat, sang guru itu pun lantas mencoba mendekat untuk menegur.
Namun, ia justru mendapat kekerasan fisik secara membabi buta.
"Karena mungkin situasi lebih memanas akhirnya dia jadi korban dipukul," lanjutnya.
Kronologi
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat seorang guru yang menjadi salah satu korban sedang memancing di pelabuhan.
Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk.
Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.
Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.
“Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap Korban.
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.
Kejadian tidak berhenti di situ.
Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut.
Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.
Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.
Hingga berita ini diturunkan, Tribunmanado.co.id masih berupaya mengonfirmasi insiden tersebut pada pihak berwajib.
Keterangan Danlanal Melonguane
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil.
Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.
“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban, dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara.
Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
“Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan sudah diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Kondisi Berkam Saweduling Korban Pengeroyokan Oknum TNI AL di Melonguane Membaik, Mata Masih Bengkak |
|
|---|
| Danlanal Melonguane Talaud Minta Maaf, Janji Proses Hukum Oknum dan Biayai Pengobatan Korban |
|
|---|
| Nama-nama Oknum TNI AL yang Diduga Aniaya Seorang Guru di Talaud, Akan Diproses Sesuai Hukum |
|
|---|
| 3 Poin Pernyataan Kodaeral VIII Manado Soal Warga yang Dianiaya 5 Oknum TNI AL di Melonguane |
|
|---|
| Identitas 5 Oknum Prajurit Terduga Penganiayaan Guru SMK di Talaud, TNI AL: Proses Hukum Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/KASUS-PENGANIAYAAN-Sejumlah-oknum-anggota-aparat-diduga-melakukan-penganiayaanI9890.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.