Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemprov Sulut

Dinas Pangan Sulut Respons Keluhan Warga Soal Harga Beras dan Kelangkaan Minyakita

Kepala Dinas Pangan Sulut Rahel Ruth Rotinsulu menyebut distribusi Minyakita oleh Perum Bulog dilakukan secara rutin setiap hari Selasa.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Tim Tribun Manado
PEMPROV SULUT - Foto kolase Kepala Dinas Pangan Sulut Rahel Ruth Rotinsulu dan jenis beras Dua Merpati dan MinyaKita yang dijual di Pasar Bersehati. Rahel menyebut distribusi Minyakita oleh Perum Bulog dilakukan secara rutin setiap hari Selasa. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Sulut menanggapi keluhan terkait harga beras premium, minyak goreng Minyakita, hingga beberapa komoditas pangan yang masih menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memberatkan daya beli.
  • Pemantauan harga pangan akan secara rutin dan menyiapkan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran.
  • Kepala Dinas Pangan Sulut Rahel Ruth Rotinsulu menyebut distribusi Minyakita oleh Perum Bulog dilakukan secara rutin setiap hari Selasa.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah warga mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang masih tinggi di sejumlah pasar tradisional di Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras premium, minyak goreng Minyakita, hingga beberapa komoditas pangan masih menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memberatkan daya beli.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut menjelaskan bahwa akan terus melakukan pemantauan harga pangan secara rutin dan menyiapkan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran.

Dari hasil pemantauan harga pangan pada 9 Juni 2026, harga beras premium merek Dua Merpati dijual antara Rp84 ribu hingga Rp86 ribu per kemasan 5 kilogram.

Sementara beras merek Bunaken berada di kisaran Rp83 ribu per 5 kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp38 ribu per kilogram, masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40 ribu per kilogram.

Untuk minyak goreng bersubsidi Minyakita, petugas tidak menemukan stok di pasar saat pemantauan pagi hari. Namun pada sore harinya sekitar pukul 14.00 Wita, Perum Bulog telah menyalurkan pasokan sebanyak 18.300 liter ke pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP., M.Si menyebut distribusi Minyakita oleh Perum Bulog dilakukan secara rutin setiap hari Selasa pada pekan berjalan.

"Kami terus melakukan pemantauan harga pangan pokok strategis setiap hari melalui petugas enumerator yang berada di pasar tradisional," katanya, Rabu (10/6/2026)

Baca juga: Minyak Kita Langka di Kotamobagu, Pedagang Sebut Harga Tembus Rp 21 Ribu per Liter

Selain itu, pengawasan juga dilakukan bersama Tim Satgas Pangan Polda Sulut dan instansi terkait di pasar tradisional, ritel modern hingga tingkat distributor.

Menurut Dinas Pangan, tingginya harga beras premium dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kenaikan harga di tingkat produsen, biaya transportasi, biaya produksi hingga biaya kemasan.

"Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga jual beras di pasaran. Terlebih sekitar 90 persen pasokan beras yang beredar di Sulut berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan melalui distributor besar," jelasnya

Sementara mahalnya harga Minyakita dipicu oleh terbatasnya ketersediaan stok di pasaran.

Selain itu, masih banyak pedagang yang belum terdaftar dalam aplikasi Simirah yang menjadi syarat untuk memperoleh distribusi resmi Minyakita.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved