Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

60 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara Pascagempa M 7,7

Aktivitas gempa susulan terjadi pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026).

Tayang:
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Ventrico Nonutu
Akun X BMKG/-
GEMPA SUSULAN - Foto ilustrasi. Tangkap layar akun X @infoBMKG info gempa di Sulut, Senin malam (8/6/2026). Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gempa susulan terjadi pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026).
  • BMKG catat terjadi 60 kali gempa susulan (aftershock) hingga pukul 16.45 WITA.
  • Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengatakan masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas kegempaan masih berlangsung.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 16.45 WITA telah terjadi sebanyak 60 kali gempa susulan (aftershock). 

Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dilaporkan sempat dirasakan masyarakat.

BMKG mencatat magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,7 dan terkecil 3,6. Sementara jumlah gempa susulan dengan magnitudo 5 atau lebih tercatat sebanyak 12 kejadian.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengatakan masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas kegempaan masih berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," kata Adolf Tamengkel.

Di tengah rangkaian gempa susulan tersebut, BPBD Sulawesi Utara masih melakukan pendataan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa utama dan tsunami yang terjadi sebelumnya.

Data sementara mencatat sebanyak 45 unit rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Minahasa Utara.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada dua gedung gereja, satu masjid, dua sekolah, satu rumah dinas, satu rumah sakit, dan satu gudang Pelabuhan Perintis.

BPBD juga mencatat sebanyak 1.160 warga mengungsi, terdiri dari 480 jiwa di Kampung Kawio dan 680 jiwa di Kampung Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Adolf Tamengkel mengatakan proses pendataan masih berlangsung dan angka kerusakan maupun dampak lainnya berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

"Hingga saat ini tim masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota guna memastikan perkembangan situasi pascagempa," ujarnya.

(TribunManado.co.id/Ren)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved