Museum Daerah Sulut
Kian Ramai, Ini Jawal Daftar Kunjungan di Museum Daerah Sulut, Hari Minggu Buka
Informasi dari Pemprov Sulut, Museum itu kini buka setiap hari. Kecuali tanggal merah.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Glendi Manengal
Ringkasan Berita:
- Museum daerah Sulawesi Utara ramai pengunjung.
- Pengunjung tak hanya dari warga lokal namun dari turis asing juga.
- Museum diketahui buka setiap hari, kecuali tanggal merah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Museum daerah Sulut kian menyala.
Pasca rehab, museum tersebut kini lebih modern, indah dan nyaman.
Warga pun berbondong bondong mengunjunginya.
Tak ketinggalan para turis asing.
Informasi dari Pemprov Sulut, Museum itu kini buka setiap hari. Kecuali tanggal merah.
Senin sampai Jumat dibuka pukul 09.00 - 16.00 Wita.
Hari Sabtu dibuka pukul 10.00 - 15.00 Wita.
Sedang hari Minggu dibuka hanya dua jam yakni pukul 13.00 - 15.00 Wita.
Museum hanya tutup pada tanggal merah.
Banjir Pengunjung
Museum daerah Sulut menyala.
Sejak diresmikan, tempat tersebut banjir pengunjung.
Diantara para pengunjung tersebut ada turis asing dari Korea Selatan, Swiss, Prancis dan beberapa negara lainnya.
Dan mereka puas dengan tampilan baru museum tersebut.
Itu nampak dari aneka komentar di buku tamu Museum.
Tribunmanado.com sambangi museum tersebut Kamis (4/6/2026) siang.
Suasana lagi ramai.
Tribun tiba hampir bersamaan dengan dua orang mahasiswi.
Di luar, masih ada beberapa pengunjung yang hendak menghampiri.
"Di dalam masih banyak pengunjung," kata seorang penjaga Museum.
Tribun manado masuk dengan dituntun seorang guide.
Suasana memang beda jauh dari sebelumnya.
Beberapa tahun lalu, Tribun sempat mendatangi lokasi itu dan mendapati ruangan yang pengap, gelap serta panas.
Kini museum tampak modern dengan permainan lampu serta fasilitas digital.
Begitu memasuki pintunya, suasana sejuk langsung terasa di kulit yang sebelumnya hampir melepuh karena panas di luar sana.
Ikan Coelacanth langsung menyambut setiap pengunjung.
Tubuh ikan purba yang sudah diformalin tersebut berada dalam sebuah benda kaca mirip akuarium.
Di bawah ikan itu terdapat kertas dengan barcode. "Nanti akan terpampang segala informasi tersebut melalui barcode," katanya.
Dari ikan ke Alkitab.
Sebuah ruangan memajang Alkitab yang sudah sangat tua, bersama dengan mimbar serta alat perjamuan.
Alkitab tersebut sudah lapuk dan ada robekan pada bagian luarnya.
Menurut informasi, itu adalah Alkitab yang dipakai misionaris saat membawa Injil di tanah Minahasa.
Ada pula baru tulis yang digunakan para misionaris Belanda saat mengajarkan Injil pada orang Minahasa zaman dulu.
Benda menarik lainnya adalah keramik Cina.
Salah satunya sebuah mangkok besar peninggalan Dinasti Song. Wow.
Ada pula barang peninggalan Dinasti Ming.
Ada pula deretan senjata kolonial, dari Meriam hingga lantaka.
Bangunan itu bertingkat empat. Di lantai empat terdapat peninggalan para pejuang.
Salah satunya meja bundar yang diapit lima kursi.
Ini bukan benda biasa.
Ini adalah meja tempat para pejuang 14 Februari menyusunrencana untuk merebut Tangsi Belanda di Teling Manado.
Itu adalah Embrio dari peristiwa Merah Putih yang bersejarah itu.
Sayang meja itu dan sejumlah barang lainnya dilarang untuk di foto.
Menyusuri museum itu merupakan perjalanan panjang menyusuri lorong waktu.
Informasi yang dihimpun Tribun manado, terdapat 1800 barang di dalam Museum.
Barang barang disana ditempatkan dalam bangunan empat tingkat museum tersebut.
Jika anda tertarik menyusurinya, butuh waktu sekira 45 menit.
Saat tribun manado keluar, masih banyak yang antre masuk.
Di halaman para pengunjung yang baru keluar melakukan selfie dengan latar taman yang indah depan museum. (art)
Baca juga: Gempa Bumi di Sulawesi Tenggara Jumat 5 Juni 2026, Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya
(TribunManado.co.id/Art)
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Isi Museum Daerah Sulut yang Baru Diresmikan, Mulai Alkitab Pengijil Belanda Hingga Keramik Cina |
|
|---|
| Gubernur YSK: 90 Persen Data Sejarah Daerah Sudah Terdokumentasi di Museum Nasional Sulut |
|
|---|
| Peresmian Museum Nasional Sulut, Gubernur Yulius: Anak-anak Wajib Kenal Sejarah Daerah |
|
|---|
| Tiba di Museum Daerah Sulut, Fadli Zon Disambut Pesta Budaya, Dipasangi Topi Adat |
|
|---|
| Penampakan Museum Daerah Sulut Sebelum Diresmikan Jumat Malam Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Museum-daerah-Sulawesi-Utara-ramai-pengunjung-hingga-turis-asing.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.