Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

It Center Manado

Jeritan Hati Karyawan IT Center Manado: Tuhan Tidak Tidur

Pemandangan tidak biasa tersaji di pusat grosir dan teknologi terkemuka, IT Center, yang terletak di Jalan Pierre Tendean, Manado, Sulut.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
IT CENTER - Pemandangan tidak biasa tersaji di pusat grosir dan teknologi terkemuka, IT Center, yang terletak di Jalan Pierre Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (2/6/2026) pagi. Gerbang utama tempat perbelanjaan yang biasanya ramai itu tampak tertutup rapat dan dipasangi baliho besar bertuliskan "Ditutup". 

Ringkasan Berita:
  • Pemandangan tidak biasa tersaji di pusat grosir dan teknologi terkemuka, IT Center, yang terletak di Jalan Pierre Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (2/6/2026) pagi.
  • Gerbang utama tempat perbelanjaan yang biasanya ramai itu tampak tertutup rapat dan dipasangi baliho besar bertuliskan "Ditutup".
  • Penutupan yang sempat berlangsung dari pagi hingga siang hari ini sontak membuat warga dan pengguna jalan yang melintas merasa bingung.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pemandangan tidak biasa tersaji di pusat grosir dan teknologi terkemuka, IT Center, yang terletak di Jalan Pierre Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Gerbang utama tempat perbelanjaan yang biasanya ramai itu tampak tertutup rapat dan dipasangi baliho besar bertuliskan "Ditutup".

Penutupan yang sempat berlangsung dari pagi hingga siang hari ini sontak membuat warga dan pengguna jalan yang melintas merasa bingung. 

Namun, rasa penasaran publik segera terjawab ketika area lobi depan gedung mulai dipadati oleh ratusan karyawan, staf, hingga manajemen IT Center.

Rupanya, mereka sedang menggelar aksi damai untuk memprotes tudingan pencemaran lingkungan yang dialamatkan kepada IT Center

Tudingan yang telah menetapkan seorang tersangka tersebut dinilai sebagai upaya kriminalisasi yang cacat hukum dan tanpa dasar yang jelas.

Sebagai langkah perlawanan, pihak IT Center pun kini tengah menempuh jalur praperadilan.

Suasana aksi yang semula riuh dengan yel-yel, nyanyian, dan orasi seketika berubah menjadi syahdu dan penuh haru saat doa bersama mulai dipanjatkan.

Sang pendoa melafalkan harapan dengan suara serak, menahan tetesan air mata yang juga tampak membasahi pipi sejumlah karyawan yang selama ini menggantungkan hidup di tempat tersebut.

Kekhawatiran para pekerja bukan tanpa alasan.

Gladys Kindangen selaku Finance Accounting Building Management IT Center mengungkapkan bahwa ada ribuan nasib yang kini sedang dipertaruhkan.

"Kami punya total 5000 pekerja dari management, tenant dan karyawan," katanya.

Gladys mengetuk hati semua pihak untuk turut mendukung perjuangan IT Center yang saat ini terancam ditutup.

Menurutnya, setiap karyawan kini selalu menyelipkan doa untuk tempat mereka mencari nafkah di setiap kesempatan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved