Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BRI

BRI Regional Manado Peringati Hari Lahir Pancasila, Menjaga Nyala Api Nilai Luhur Tetap Menyala

Jajaran BRI Region 16 Manado memperingati Hari Lahir Pancasila dengan melaksanakan upacara bendera, Senin 1 Juni 2026 pagi. 

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Dokumentasi BRI Region 16 Manado
HARI LAHIR PANCASILA - Upacara bendera jajaran BRI Region 16 Manado di kantor wilayah, Senin 1 Juni 2026. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. 

Ringkasan Berita:
  • Jajaran BRI Region 16 Manado memperingati Hari Lahir Pancasila dengan melaksanakan upacara bendera, Senin 1 Juni 2026 pagi
  • Upacara jajaran BRI Region 16 berlangsung di halaman kantor wilayah, Jalan Sarapung Manado
  • Selain di kantor wilayah, upacara digelar di kantor-kantor cabang

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jajaran BRI Region 16 Manado memperingati Hari Lahir Pancasila dengan melaksanakan upacara bendera, Senin 1 Juni 2026 pagi. 

Upacara jajaran BRI Region 16 berlangsung di halaman kantor wilayah, Jalan Sarapung Manado

Selain di kantor wilayah, upacara digelar di kantor-kantor cabang. 

Bertindak sebagai inspektur upacara, Ana Damayanti, Area Head Manado.

Ia membacakan amanat Hari Lahir Pancasila dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Yudian Wahyudi. 

Dikatakan, Hari Lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan. Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. 

Sebagaimana tema yang diusung dalam  Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu  
Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia."

Ini sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa  
Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian  
dunia yang abadi. 

Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. 

"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia berdiri kokoh. Sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ujar Maya. 

Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. 

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata.  

Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 

"Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," ujar Maya lagi. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved