Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi

Pesisir Barat Lampung Diguncang Gempa Magnitudo 3,8 Pagi Ini, Sabtu 23 Mei 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu pagi (23/5/2026). Berdasarkan data cepat dari BMKG, gempa magnitudo 3,8 tersebut terjadi pada pukul 06:56:30 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu pagi (23/5/2026).
  • Berdasarkan data cepat dari BMKG, gempa magnitudo 3,8 tersebut terjadi pada pukul 06:56:30 WIB.
  • Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat getaran berada di laut dengan koordinat 5.90 Lintang Selatan (LS) dan 103.60 Bujur Timur (BT).

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu pagi (23/5/2026).

Berdasarkan data cepat dari BMKG, gempa magnitudo 3,8 tersebut terjadi pada pukul 06:56:30 WIB.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat getaran berada di laut dengan koordinat 5.90 Lintang Selatan (LS) dan 103.60 Bujur Timur (BT).

Berjarak sekitar 87 kilometer di arah Barat Daya Pesisir Barat, Lampung.

Kedalaman pusat gempa (hiposentrum) berada di 15 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG menekankan bahwa data yang dibagikan ini mengandalkan kecepatan. 

"Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG.

Catatan:

Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah. 

Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.

Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.

Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.

BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved