Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peternak Babi di Sulut

Alasan Peternak Babi di Sulut Pilih Pakan Lokal, Harga Naik Tipis Tapi Mudah Didapat

Kondisi distribusi yang lebih lancar membuat pakan lokal kini semakin diminati, terutama oleh peternak skala kecil dan menengah.

Tayang:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Alpen Martinus
Dok. Pribadi/Tidak Ada
TERNAK: Balladewa peternak babi rumahan di Minsel, Sulut. Ini alasan peternak lebih pilih pangan lokal. 
Ringkasan Berita:1.Sejumlah peternak babi di Sulawesi Utara memilih menggunakan pakan lokal untuk memenuhi kebutuhan ternak mereka. 

2.Beberapa peternak mengaku ketersediaan pakan menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk. 
3.Kondisi distribusi yang lebih lancar membuat pakan lokal kini semakin diminati, terutama oleh peternak skala kecil dan menengah.

TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT- Sejumlah peternak babi di Sulawesi Utara memilih menggunakan pakan lokal untuk memenuhi kebutuhan ternak mereka. 

Meski harga pakan lokal mengalami kenaikan tipis dibanding sebelumnya, para peternak menilai produk tersebut lebih mudah diperoleh dan pasokannya lebih stabil.

Beberapa peternak mengaku ketersediaan pakan menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk. 

Baca juga: Harga Daging Babi di Pasar Bersehati Manado Turun, Pasokan dari Peternak Lokal Kembali Stabil

Kondisi distribusi yang lebih lancar membuat pakan lokal kini semakin diminati, terutama oleh peternak skala kecil dan menengah.

“Kalau pakan lokal memang naik sedikit, tapi masih bisa dijangkau dan gampang dicari. Yang penting stok tersedia,” ujar Balladewa salah satu peternak babi rumahan di Minsel, saat dikonfirmasi, via telepon, Selasa (19/5/2026).

Balladewa mengatakan saat ini pihaknya pakai pakan dedak padi dan jagung yang diambil dari Gorontalo.

Meskipun sedikit mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan.

“Untuk dedak padi naik sedikit sebelumnya Rp.3.000 per kilogram kini naik Rp3.200. Sedangkan jagung naik dari Rp390 ribu naik Rp 450 ribu per 50 kilogram,” tutur pengusaha muda ini. 

Ia menjelaskan, tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya kenaikan ini, namun pemilik peternakan berharap harga pakan tidak terlalu melonjak.

“Ada yang bilang karena rupiah melemah sehingga harga pakan juga naik, semoga todak terus meningkat,” ungkapnya.

Pria yang hobi main padel menambahkan selain faktor ketersediaan, penggunaan pakan lokal dinilai membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha di tengah fluktuasi harga bahan baku dan biaya produksi. 

Meski demikian, para peternak berharap pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan baku pakan agar biaya produksi tetap terkendali dan usaha peternakan babi di Sulawesi Utara terus berkembang.

“Semoga rupiah melemah ini pemerintah punya solusi agar masyarakat tidak kesulitan mencari pakan dan harganya bisa tetap stabil,” pungkasnya. (FER)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved