Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekonomi Sulut

Tertinggi di Sulawesi, Nilai Tukar Petani Sulut Tembus Angka 127,54

Nilai Tukar Petani (NTP) di Bumi Nyiur Melambai dilaporkan kembali menguat signifikan pada periode April 2026

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Rizali Posumah
BOLTIM - Persawahan di Motongkad Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Setelah sempat mengalami kelesuan pada Maret lalu, Nilai Tukar Petani (NTP) di Bumi Nyiur Melambai dilaporkan kembali menguat signifikan pada periode April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Setelah sempat mengalami kelesuan pada Maret lalu, Nilai Tukar Petani (NTP) di Bumi Nyiur Melambai dilaporkan kembali menguat signifikan pada periode April 2026.
  • Berdasarkan data terbaru, NTP Sulawesi Utara melonjak 3,38 persen, membawa angka indeks ke level 127,54.
  • Capaian ini menempatkan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan kenaikan NTP dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tertinggi di seluruh daratan Pulau Sulawesi.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Angin segar berembus ke sektor pertanian Sulawesi Utara.

Setelah sempat mengalami kelesuan pada Maret lalu, Nilai Tukar Petani (NTP) di Bumi Nyiur Melambai dilaporkan kembali menguat signifikan pada periode April 2026.

Berdasarkan data terbaru, NTP Sulawesi Utara melonjak 3,38 persen, membawa angka indeks ke level 127,54.

Capaian ini menempatkan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan kenaikan NTP dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tertinggi di seluruh daratan Pulau Sulawesi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi, mengungkapkan bahwa tren positif ini dipicu oleh laju kenaikan harga hasil produksi tani yang jauh lebih kencang dibandingkan biaya modal dan konsumsi rumah tangga petani.

"Nilai It di April naik sebesar 5,37 persen, sementara nilai Ib mengalami kenaikan sebesar 1,93 persen," ujar Watekhi, Jumat 8 Mei 2026.

Pertumbuhan ini melengkapi catatan positif secara tahunan.

Jika menilik angka Year to Date (YTD), NTP Sulut naik 1,86 persen, sedangkan secara Year on Year (YoY) atau perbandingan tahun ke tahun, terdapat kenaikan sebesar 1,07 persen.

Meski secara umum membaik, performa tiap subsektor terpantau beragam.

Sektor Hortikultura menjadi primadona dengan lonjakan tajam sebesar 23,21 persen, disusul subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang tumbuh tipis 0,74 persen.

"Kenaikan harga komoditas seperti tomat dan cabai rawit mendorong kenaikan indeks Nilai Tukar Petani. Selain itu, komoditas perkebunan juga naik harganya," jelasnya lagi.

Namun, tantangan masih membayangi tiga subsektor lainnya yang justru terkoreksi, yakni:

  • Tanaman Pangan: Turun 3,02 persen
  • Peternakan: Turun 1,17 %
  • Perikanan: Turun 1,50 %

Prestasi Sulawesi Utara di bulan April ini tergolong menonjol dibandingkan provinsi tetangga.

Di saat Sulawesi Utara memimpin dengan kenaikan NTUP sebesar 5,24 persen, provinsi lain seperti Sulawesi Tenggara justru mencatatkan penurunan NTP, sementara Sulawesi Selatan mengalami penurunan pada sektor NTUP.

Berikut adalah perbandingan data NTP Sulawesi Utara dalam empat bulan pertama tahun 2026:

  • Januari: Indeks NTP 127,89
  • Februari: Indeks NTP 128,50
  • Maret: Indeks NTP 123,37
  • April: Indeks NTP 127,54

Dengan kembalinya NTP ke level 127, diharapkan daya beli masyarakat tani di Sulawesi Utara terus terjaga di tengah fluktuasi harga pasar global dan daerah.

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved