Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem di Sulut

Cuaca Ekstrem di Bolmong: Air Laut Terjang Permukiman Maelang hingga Tutupi Jalan Trans

Cuaca ekstrem berupa gelombang pasang air laut menghantam pesisir Desa Maelang, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Yani Arunde
CUACA EKSTREM - Cuaca ekstrem berupa gelombang pasang air laut menghantam pesisir Desa Maelang, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa yang memuncak pada Jumat (17/04/2026) tersebut dilaporkan telah merusak hunian warga dan mengganggu aktivitas transportasi. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem berupa gelombang pasang air laut menghantam pesisir Desa Maelang, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
  • Peristiwa yang memuncak pada Jumat (17/04/2026) tersebut dilaporkan telah merusak hunian warga dan mengganggu aktivitas transportasi.
  • Menurut keterangan penduduk setempat, fenomena alam ini sebenarnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda sejak tiga hari yang lalu.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cuaca ekstrem berupa gelombang pasang air laut menghantam pesisir Desa Maelang, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara.

Peristiwa yang memuncak pada Jumat (17/04/2026) tersebut dilaporkan telah merusak hunian warga dan mengganggu aktivitas transportasi.

Menurut keterangan penduduk setempat, fenomena alam ini sebenarnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda sejak tiga hari yang lalu.

Namun, intensitas gelombang semakin mengganas dalam kurun waktu 48 jam terakhir hingga air laut meluap masuk ke area permukiman.

Seorang warga setempat, Yulinda Aronda, memberikan kesaksian mengenai mencekamnya situasi di lokasi kejadian.

"Yang parah dua hari lalu hingga kemarin sore sampai tadi malam," kata Yulinda Aronda.

Amukan ombak yang terjadi sejak siang hingga malam hari tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga unit rumah warga mengalami kerusakan parah. 

Tak hanya kerugian materiel, gelombang tinggi juga memakan korban luka.

Seorang nelayan yang baru saja kembali dari melaut dilaporkan terhempas gelombang hingga harus mendapatkan perawatan medis.

"Kemarin sempat di bawa ke Puskesmas," beber Yulinda.

Selain meluluhlantakkan bangunan di pesisir, luapan air laut juga mencapai badan jalan utama. 

Hal ini menyebabkan arus lalu lintas di wilayah Sangtombolang sedikit terganggu karena genangan air dan material yang terbawa arus laut ke jalanan.

Hingga saat ini, warga Desa Maelang masih dalam kondisi waspada penuh.

Berdasarkan pengamatan mandiri terhadap pola cuaca di lapangan, masyarakat memprediksi ancaman gelombang tinggi ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. (Pri)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved