Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Golkar Sulut

Pertarungan Sebenarnya di DPD I Golkar Sulut, Penjelasan Direktur BSI Baso Affandi

Siapa sosok yang akan menjadi pendamping MEP dalam menjalankan roda organisasi menjadi pertanyaan besar pascaMusda.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
TANGGAPAN - Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi saat berkunjung ke Kantor Tribun Manado beberapa waktu lalu. Tanggapannya terkait terpilihnya MEP sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut. 

Ringkasan Berita:1. Meski posisi ketua telah terisi, perjalanan politik Partai Golkar Sulut belum berakhir. 
2. Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi, sebelumnya telah memprediksi bahwa posisi sekretaris justru akan menjadi “medan kompetisi sesungguhnya”.
3. Siapa sosok yang akan menjadi pendamping MEP dalam menjalankan roda organisasi menjadi pertanyaan besar pascaMusda.

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID- Tak ada pertarungan berarti saat pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut).

Itu lantaran Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi terpilih secara aklamasi.

Memang sejak mendaftar, hanya satu kandidat yang mendaftar yaitu MEP.

Baca juga: Jawaban MEP Ketua DPD I Golkar Sulut Soal Pengurus, Ada Empat Kandidat Kuat Sekretaris

Kini MEP sudah dilantik, ia akan menyusun struktur organisasi.

tentu orang yang akan membantunya yang akan dipilih.

Satu di antaranya soal posisi strategis yaitu sekretaris.

Tentu MEP akan memilih roda penggerak yaitu orang yang tepat.

Michaela Elsiana Paruntu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulut yang digelar di Grand Kawanua Hotel, Sabtu (11/4/2026).

Penetapan secara aklamasi ini menegaskan kuatnya konsolidasi dukungan internal partai terhadap MEP, sebagaimana telah diprediksi dalam dinamika menjelang Musda.

Meski posisi ketua telah terisi, perjalanan politik Partai Golkar Sulut belum berakhir. 

Kini, perhatian publik mulai bergeser ke posisi strategis lainnya, yakni sekretaris DPD I.

Siapa sosok yang akan menjadi pendamping MEP dalam menjalankan roda organisasi menjadi pertanyaan besar pascaMusda.

Direktur Barometer Suara Indonesia (BSI), Baso Affandi, sebelumnya telah memprediksi bahwa posisi sekretaris justru akan menjadi “medan kompetisi sesungguhnya”.

Menurut Baso, dalam tradisi Partai Golkar, posisi sekretaris kerap menjadi ruang kompromi politik untuk menjaga keseimbangan representasi, baik dari sisi geografis maupun sosial.

“Kalau ketua cenderung menuju aklamasi, maka ‘pertarungan’ justru akan sangat terasa di posisi sekretaris,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/4/2026) malam.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved