Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran di Manado

Warga Berburu Diskon, Megamall Manado Membeludak Jelang Lebaran

Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, denyut nadi perekonomian di Kota Manado semakin kencang. Memasuki H-3 Lebaran, Selasa (17/3/2026).

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
KOTA MANADO -- Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, denyut nadi perekonomian di Kota Manado, Sulawesi Utara, semakin kencang. Memasuki H-3 Lebaran, Selasa (17/3/2026), Megamall Manado bertransformasi menjadi lautan manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, denyut nadi perekonomian di Kota Manado semakin kencang. Memasuki H-3 Lebaran, Selasa (17/3/2026), Megamall Manado bertransformasi menjadi lautan manusia.
  • Sejak siang hingga malam hari, pusat perbelanjaan ternama di Sulawesi Utara ini tak henti-hentinya diserbu warga yang ingin melengkapi kebutuhan hari raya.
  • Fokus utama pengunjung terlihat jelas pada area gerai pakaian.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, denyut nadi perekonomian di Kota Manado semakin kencang.

Memasuki H-3 Lebaran, Selasa (17/3/2026), Megamall Manado bertransformasi menjadi lautan manusia.

Sejak siang hingga malam hari, pusat perbelanjaan ternama di Sulawesi Utara ini tak henti-hentinya diserbu warga yang ingin melengkapi kebutuhan hari raya.

Fokus utama pengunjung terlihat jelas pada area gerai pakaian.

Rak-rak busana, mulai dari gaya kasual hingga koleksi busana muslim, nyaris tertutup oleh kerumunan pembeli yang antusias.

Pemandangan antrean panjang di depan kasir serta deretan warga yang mencoba pakaian menjadi bukti tingginya minat belanja masyarakat tahun ini.

Daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama adalah perang harga antar-tenant.

Terpampang jelas di berbagai sudut mall, potongan harga hingga 70 persen menjadi magnet kuat bagi para pemburu diskon.

Tingginya animo ini juga terlihat dari eskalator antarlantai yang terus dipadati lalu lalang pengunjung tanpa henti.

Rosa, salah satu warga asal Tikala, memilih datang saat matahari sudah terbenam demi kenyamanan.

Meski tetap ramai, ia merasa suasana malam lebih kondusif untuk berburu kebutuhan keluarga.

“Memang sudah ramai, tapi masih lebih nyaman dibanding tadi sore. Saya cari baju untuk keluarga, sekalian manfaatkan diskon,” ujarnya.

Tak hanya soal belanja, momen ke mall menjelang Lebaran juga dianggap sebagai bagian dari perayaan itu sendiri.

Hal ini dirasakan oleh Zainudin, warga Malalayang yang datang bersama rekan-rekannya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved