Wisatawan Mancanegara di Sulut
Kunjungan Wisman ke Sulut Naik 19 Persen, Akademisi Soroti Dampak Ekonomi dan Risiko Lingkungan
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025.
- Data menunjukkan, kedatangan penumpang internasional melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Berdasarkan data perbandingan tahun 2025 dan 2024, total penumpang internasional yang masuk ke Sulut melalui bandara tersebut mencapai 268.069 orang.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025.
Data menunjukkan, kedatangan penumpang internasional melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan tahun 2025 dan 2024, total penumpang internasional yang masuk ke Sulut melalui bandara tersebut mencapai 268.069 orang.
Angka ini naik dari tahun 2024 yang mencatat 226.001 penumpang internasional.
Selain penumpang, pergerakan pesawat internasional juga mengalami peningkatan tajam.
Sepanjang 2025 tercatat 2.539 penerbangan internasional, naik 48 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 1.714 penerbangan.
Data Imigrasi menunjukkan wisatawan asal Tiongkok mendominasi kedatangan wisman ke Sulut.
Jumlah wisatawan dari negara tersebut tumbuh 29,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain Tiongkok, peningkatan kunjungan juga terlihat dari wisatawan asal Korea Selatan.
Menanggapi lonjakan kunjungan wisman, Akademisi Universitas Katolik De La Salle Manado, Prof. Dr. Jozef R Raco, M.Sc, menyebut peningkatan wisatawan asing merupakan momentum strategis bagi transformasi ekonomi Sulawesi Utara berbasis pariwisata internasional.
Menurutnya, lonjakan wisatawan asing, khususnya dari Tiongkok dan Korea Selatan, menunjukkan meningkatnya daya tarik destinasi Sulawesi Utara serta peran penting konektivitas penerbangan langsung ke Manado.
"Dalam perspektif ekonomi pariwisata, ini memberi multiplier effect yang besar bagi ekonomi daerah,” kata Raco, Minggu (22/2/2026), saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Menurutnya, dampak ekonomi langsung paling terasa pada sektor akomodasi, transportasi, restoran, dan jasa perjalanan.
Tingkat hunian hotel diperkirakan meningkat, mendorong pertumbuhan usaha perhotelan, homestay, hingga eco-lodge.
| Harga Jual Beli Emas di Pegadaian Minggu 26 April 2026, Ini Rincian Harga dari 0,5 hingga 1.000 gram |
|
|---|
| Gempa Bumi Lagi di Bitung Sulawesi Utara, Minggu 26 April 2026 |
|
|---|
| Info BMKG: Prakiraan Cuaca di Sulawesi Utara untuk 7 Hari ke Depan, 27 April – 3 Mei 2026 |
|
|---|
| Sosok Aipda Robig Zaenudin, Oknum Polisi yang Diduga Kendalikan Narkoba Dalam Lapas |
|
|---|
| BMKG Mendeteksi Adanya Gempa Bumi di Enggano, Provinsi Bengkulu, Minggu 26 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TANGGAPAN-Akademisi-Universitas-Katolik-De-La-Salle-Manado-Prof-Dr-Jozef908.jpg)