Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Komoditas di Sulut

Info Terbaru Harga Kopra, Cengkih dan Nilam di Sulawesi Utara Hari Ini

Komoditas cengkih, kopra dan nilam mengalami perubahan harga pada Selasa 30 September 2025. Cengkih naik harga.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
HARGA - Komoditas cengkih, kopra dan nilam mengalami perubahan harga pada Selasa 30 September 2025. Nilam terus merosot nilainya. 

"Kalau pakai tong yang lebih kecil Rp 900 ribu," pungkasnya.

Minyak nilam adalah minyak esensial beraroma khas yang diekstrak dari daun tanaman nilam (Patchouli oil).

Minyak ini memiliki aroma seperti kayu, manis, dan pedas, serta digunakan secara luas dalam industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi. 

Minyak nilam dihasilkan dari penyulingan daun tanaman nilam.

Indonesia merupakan produsen minyak nilam terbesar di dunia.

Harga Kopra

Harga kopra di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, naik tipis.

Meskipun kenaikan tidak terlalu signifikan, tetapi hal ini membuat petani senang.

Sebabnya karena beberapa minggu lalu harga harga kopra sempat turun diangka Rp 20 ribu per kilogram.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Tribunmanado.com, harga kopra pada Selasa (30/9/2025) naik menjadi Rp 21.700 ribu per kilogram, kemarin harganya masih 21.000 per kilogram.

Meski naik sedikit, namun disambut gembira oleh petani kelapa yang menjual kopra di Manado.

Hal itu dibuktikan penjualan kopra Gudang Kelurahan Calaca, Kecamatan Wanang, Manado meningkat beberapa waktu ini.

Penyebab Harga Bahan Pertanian Berubah

Harga bahan pertanian berubah karena beberapa faktor, termasuk faktor alam (iklim dan cuaca ekstrem), faktor produksi (biaya input seperti pupuk dan tenaga kerja), faktor pasar (penawaran dan permintaan), faktor distribusi (masalah logistik dan transportasi), serta faktor kebijakan (pajak dan pembatasan impor/ekspor) dan kondisi internasional (seperti perang dagang dan kurs mata uang).  

Berikut adalah rinciannya:

Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem: 

Cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, atau kemarau panjang dapat merusak hasil pertanian, menurunkan pasokan, dan menyebabkan lonjakan harga.  

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved