Aktivitas Gunung Karangetang
Warga Diminta Waspada Usai Ada Suara Gemuruh dari Gunung Karangetan Siau Sitaro Sulut: Muncul Asap
Dari lokasi tersebut, terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 150 meter dari puncak.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Gunung Karangetang mengeluarkan asap tebal hingga 150 meter disertai suara gemuruh dan sesekali guguran lava pijar.
- Aktivitas masih fluktuatif, dengan luncuran lava ke arah selatan–barat daya sejauh 300–400 meter, meski status tetap Level II (Waspada).
- Warga diminta waspada, menjauhi radius bahaya, dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur aliran lava.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Sitaro – Aktivitas Gunung Karangetang masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang, Rabu (1/4/2026) saat di wawancara Tribunmanado.co.id mengatakan, berdasarkan pengamatan, kondisi visual gunung terpantau jelas dari Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat.
Dari lokasi tersebut, terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 150 meter dari puncak.
Sementara di Kawah Dua, asap yang keluar tampak putih tipis.
“Aktivitas gunung juga disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang. Saat suara tersebut terdengar, muncul hembusan asap putih hingga keabuan dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 100 meter,” jelasnya.
Selain itu, guguran lava pijar sesekali masih terjadi.
Hal ini ditandai dengan asap putih yang memanjang di tubuh gunung, dengan arah luncuran ke selatan hingga barat daya sejauh kurang lebih 300 hingga 400 meter. Sementara ujung aliran lava yang sebelumnya mencapai sekitar 1.200 meter kini sudah tidak menunjukkan aktivitas.
“Peningkatan aktivitas sempat terjadi pada 30 Maret 2026, saat guguran lava di wilayah Lapa.
Namun, hingga saat ini kejadian tersebut tidak lagi teramati,” tambahnya.
Secara umum, visual pagi hari ini menunjukkan adanya luncuran lava dari puncak kiri yang menabrak dinding di antara Kawah Dua dan kawah utama, ditandai dengan asap memanjang di area tubuh gunung.
Meski demikian, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II (Waspada) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Masyarakat, khususnya warga Kampung Pehe dan sekitarnya, diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Warga yang beraktivitas di kebun sekitar jalur aliran lava diminta lebih berhati-hati karena potensi guguran lava maupun awan panas dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Selain itu, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta hingga 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya,” tutupnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Karangetang.
Tentang Gunung Karangetan
| Breaking News, Aktivitas Gunung Karangetang Masih Waspada, Terpantau Guguran Lava dan Sinar Api |
|
|---|
| Gunung Karangetang Sitaro Sulut Keluarkan Asap dan Lava, PVMBG Minta Warga Jauhi Kawah hingga 2,5 Km |
|
|---|
| Gunung Karangetang Sitaro Sulut Kini Berada di Level 2 Waspada, Ini Imbauan untuk Masyarakat |
|
|---|
| Gunung Karangetang di Sitaro Berada pada Level 3 Siaga, Berikut Imbauan untuk Masyarakat |
|
|---|
| Cerita Adriana Manimaes, Pengungsi Karangetang yang Tak Bisa Berkebun Karena Takut Kondisi Gunung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Gunung-Karangetan-saat-dikomuntasi-1-April-2026.jpg)