Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Aktivitas Gunung Karangetang

Warga Diminta Waspada Usai Ada Suara Gemuruh dari Gunung Karangetan Siau Sitaro Sulut: Muncul Asap

Dari lokasi tersebut, terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 150 meter dari puncak.

Tayang:
Dokumen Pribadi/Dokumentasi petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang.
GUNUNG KARANGETAN - Gunung Karangetan saat didokumentasi Rabu (1/4/2026) oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang, Rabu (1/4/2026) saat di wawancara Tribunmanado.co.id mengatakan, berdasarkan pengamatan, kondisi visual gunung terpantau jelas dari Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Karangetang mengeluarkan asap tebal hingga 150 meter disertai suara gemuruh dan sesekali guguran lava pijar.
  • Aktivitas masih fluktuatif, dengan luncuran lava ke arah selatan–barat daya sejauh 300–400 meter, meski status tetap Level II (Waspada).
  • Warga diminta waspada, menjauhi radius bahaya, dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur aliran lava.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sitaro – Aktivitas Gunung Karangetang masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang, Rabu (1/4/2026) saat di wawancara Tribunmanado.co.id mengatakan, berdasarkan pengamatan, kondisi visual gunung terpantau jelas dari Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat.

Dari lokasi tersebut, terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 150 meter dari puncak.

Sementara di Kawah Dua, asap yang keluar tampak putih tipis.

“Aktivitas gunung juga disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang. Saat suara tersebut terdengar, muncul hembusan asap putih hingga keabuan dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 100 meter,” jelasnya.

Selain itu, guguran lava pijar sesekali masih terjadi.

Hal ini ditandai dengan asap putih yang memanjang di tubuh gunung, dengan arah luncuran ke selatan hingga barat daya sejauh kurang lebih 300 hingga 400 meter. Sementara ujung aliran lava yang sebelumnya mencapai sekitar 1.200 meter kini sudah tidak menunjukkan aktivitas.

“Peningkatan aktivitas sempat terjadi pada 30 Maret 2026, saat guguran lava di wilayah Lapa.

Namun, hingga saat ini kejadian tersebut tidak lagi teramati,” tambahnya.

Secara umum, visual pagi hari ini menunjukkan adanya luncuran lava dari puncak kiri yang menabrak dinding di antara Kawah Dua dan kawah utama, ditandai dengan asap memanjang di area tubuh gunung.

Meski demikian, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II (Waspada) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Masyarakat, khususnya warga Kampung Pehe dan sekitarnya, diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Warga yang beraktivitas di kebun sekitar jalur aliran lava diminta lebih berhati-hati karena potensi guguran lava maupun awan panas dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Selain itu, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta hingga 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya,” tutupnya.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Karangetang.

Tentang Gunung Karangetan

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved