TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak lirik lagu viral berjudul Tiwikarma yang dipopulerkan oleh K.O.I.
K.O.I adalah grup musik hip-hop asal Malaysia yang terkenal dengan gaya misterius mereka selalu mengenakan masker dan punya identitas yang dirahasiakan.
Mereka viral lewat lagu-lagu seperti Tiwikarma dan Niskala Suaka, yang sarat pesan kritis dan sering digunakan sebagai sound di TikTok
Hujan derita dibawah langit gempita Mulut dikunci tidak mampu bersuara Darah daging diratah tempat mereka mulia Jasad tiada nyawa semadi tiada bertanda
Khaza reflex:
Aku dengar jeritan tangisan suara memekik Robekan mata hati buatkan ku mula terusik Rintihan jiwa ini buat ku rasa tercarik Menjentik hati mati ego berang kian terdidik
Pandangan terbalik yang salah di perbetulkan Padamkan yang baik yang salahpun di ikutkan Berada di zaman terakhir ramai nak pertama Biar aku yang akhir untuk ku pilih yang mana
Nicky E:
Hidupnya gelap gelita Berdepan dengan senjata Mereka bemandi darah Sehingga hilangnya keluarga Si perampas kan terus berpesta Meraikan tangisan mereka Doaku pohon pada yang esa Untuk kau peluklah anak anak syurga
Pertunjukan apa yang kau mahukan Apa lagi agenda kau inginkan Lemas sendiri dalam kegelapan Entah sampai bila kau nak hentikan Satu syahadah kami berserah Taat pada yang maha kuasa Impian dan juga harapan pasti masih cerah Nescaya nanti Tuhan akan kasi malapetaka
Mya Nana:
Hujan derita dibawah langit gempita Mulut dikunci tidak mampu bersuara Darah daging diratah tempat mereka mulia Jasad tiada nyawa semadi tiada bertanda
Achoi:
Sedih duka nestapa gundah gulana jiwa Kenang nasib saudara kita yang seagama Rudal dron arti leri menagih orang mati Luka merah berdarah hijau hitam butala
Kiri kanan terkepung kendala bayangkara Tekak kering dahaga azab lapar menjelma Lihat kiri dan kanan sisa yang tinggal nyawa Tak pasti sampai bila mungkin esok ke lusa
Henti bertelagah kiri kanan dan tengah Bersatulah kita dibawah satu kalimah Musuh yang utama sejak kita dicipta Dialah sang pawaka yang penuh tipu helah Penyesat manusia batara cendala fitnah Jika terleka lajad paling gembira Mencuba mengubah timbangan neraca Malam tukar hitam siang tukar rangka Saki baki nyawa yang ada hanya manusia Terpilih yang sabar percaya dengan dugaannya Tidak pernah berganjak tidak takut dipijak Tidak takut ditembak walau meletop otak tidak kejar dunia Walau tengah derita tangan masih menadah iman tak pernah pudar Kami masih bersama kami masih berdoa Kami akan serta perang di alam maya
Batas manusia binatang buas Akal sempurna ahmak bisikan talbis iblis Agenda media kuasa yang tak kan habis Hanya mampu berdoa walau luka tak terhiris
Mya Nana:
Hujan derita dibawah langit gempita Mulut dikunci tidak mampu bersuara Darah daging diratah tempat mereka mulia Jasad tiada nyawa semadi tiada bertanda
Tiwikarma bukan sekadar nama, ia adalah kisah perjalanan tentang putaran hidup, tentang naik-turun nasib, dan tentang manusia yang berhadapan dengan takdirnya sendiri.
“Tiwikarma” dalam bahasa Sanskerta berarti perubahan karena perbuatan, seakan mengingatkan bahwa setiap langkah, setiap keputusan, sekecil apa pun, akan menorehkan jejak yang menentukan arah perjalanan.
Dalam Tiwikarma, K.O.I melahirkan narasi musikal yang gelap sekaligus terang.
Ada dentum yang mewakili amarah, ada alunan yang membisikkan harapan, dan ada hening yang menyiratkan kontemplasi.
Seperti kehidupan, karya ini mengalir dengan luka dan penyembuhan, runtuh dan bangkit, jatuh dan kembali berdiri.
Tiwikarma adalah ruang di mana jiwa ditelanjangi, dipaksa untuk jujur, dan ditantang untuk menatap cermin nasib.
Bagi K.O.I, ini bukan sekadar karya, melainkan pernyataan: bahwa perubahan adalah kepastian, dan manusia harus berani menanggung akibat dari setiap karmanya.