Breaking News
Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Warga Matutuang Harapkan Perhatian Pemerintah Pascagempa M 7,7 Guncang Sangihe Sulut: Kami Mohon

Pascagempa yang melanda Sangihe Sulawesi Utara Senin 8 Juni 2026, warga Matutuang kini mengharapkan perhatian pemerintah.

Tayang:
Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending
KORBAN GEMPA - Warga Kampung Matutuang, Antilce Barahama, dalam wawancara dengan Tribunmanado.co,id Rabu (10/6/2026) pagi. Warga Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 pada Senin 8 Juni 2026, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Matutuang berharap pemerintah daerah dan pusat segera memberikan bantuan pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Sangihe pada 8 Juni 2026.
  • Gempa menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah rumah warga, sehingga masyarakat membutuhkan dukungan untuk proses pemulihan.
  • Warga meminta kebutuhan mendesak segera ditindaklanjuti, agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas normal.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Warga Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 pada Senin 8 Juni 2026, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Kampung Matutuang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa Magnitudo 7,7 pada Senin pagi lalu.

Kampung yang berada di pulau terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina itu berjarak sekitar 320-350 kilometer dari Kota Manado dengan akses utama menggunakan kapal laut yang dapat memakan waktu lebih dari satu hari perjalanan.

Pascagempa, warga Matutuang kini mengharapkan perhatian pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Warga Kampung Matutuang, Antilce Barahama, dalam wawancara dengan Tribunmanado.co,id Rabu (10/6/2026) pagi.

Antilce mengungkapkan bahwa gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut telah menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat, termasuk kerusakan berat pada sejumlah rumah warga.

"Saya salah satu warga masyarakat yang terdampak dari bencana gempa bumi tersebut. Di Kampung Matutuang ada begitu banyak dampak yang dialami warga masyarakat, termasuk keluarga kami. Kerusakan yang terjadi cukup parah, bukan hanya pada rumah kami, tetapi juga pada keluarga-keluarga lainnya di kampung ini," ujar Antilce.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat sangat membutuhkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

Mewakili masyarakat Kampung Matutuang yang terdampak, Antilce memohon agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan mendesak warga, baik berupa bantuan kemanusiaan maupun dukungan untuk perbaikan rumah yang rusak.

"Kami mohon agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memperhatikan dan menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Kampung Matutuang. Kami berharap apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti, sehingga masyarakat bisa bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan normal," katanya.

Diketahui, Kampung Matutuang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya.

Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara masyarakat masih berupaya melakukan pembersihan dan pemulihan secara gotong royong sambil menunggu bantuan dari pemerintah.

Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum di Pulau Matutuang Sangihe Alami Kerusakan

Puluhan rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pendidikan hingga infrastruktur desa dilaporkan mengalami kerusakan.

Data sementara yang dirilis Pemerintah Kampung Matutuang menyebutkan sedikitnya 31 bangunan dan fasilitas terdampak akibat guncangan gempa yang terjadi pada Senin pagi.

Jarak Desa Matutuang ke Kota Tahuna ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe sekitar 55 km.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved