Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sangihe, Bupati Michael Thungari Paparkan Kondisi Warga dan Kerusakan

Anak-anak sudah berada di sekolah, pegawai mulai masuk kantor, dan aktivitas warga di Kota Tahuna berjalan seperti biasa.

Tayang:
Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending
PAPARKAN - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sangihe, Sulut, pada Senin (8/6/2026), menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Bupati Sangihe, Michael Thungari, mengatakan guncangan kuat yang terjadi membuat warga berhamburan keluar dari rumah, sekolah, kantor, maupun bangunan lainnya untuk menyelamatkan diri. 

Ringkasan Berita:
  • Anak-anak sudah berada di sekolah, pegawai mulai masuk kantor, dan aktivitas warga di Kota Tahuna berjalan seperti biasa
  • Bupati Michael Thungari, mengatakan guncangan kuat yang terjadi membuat warga berhamburan keluar dari rumah
  • Menurut Thungari, sejumlah lokasi seperti Kantor Bupati, kawasan perbukitan, hingga area sekitar rumah sakit dipenuhi warga yang mencari tempat aman

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin (8/6/2026), menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Gempa yang disertai peringatan dini tsunami itu terjadi saat aktivitas masyarakat mulai berlangsung.

Anak-anak sudah berada di sekolah, pegawai mulai masuk kantor, dan aktivitas warga di Kota Tahuna berjalan seperti biasa.

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan guncangan kuat yang terjadi membuat warga berhamburan keluar dari rumah, sekolah, kantor, maupun bangunan lainnya untuk menyelamatkan diri.

"Gempa terjadi saat masyarakat sedang beraktivitas. Kepanikan semakin meningkat ketika muncul peringatan dini tsunami sehingga warga pesisir langsung bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi dan aman," ujar Thungari.

Menurutnya, sejumlah lokasi seperti Kantor Bupati, kawasan perbukitan, hingga area sekitar rumah sakit dipenuhi warga yang mencari tempat aman.

Sekitar 15 hingga 20 menit setelah gempa utama, gempa susulan kembali terjadi sehingga membuat masyarakat semakin waspada.

Bahkan sejumlah pasien yang telah dievakuasi dari rumah sakit memilih bertahan di luar gedung karena khawatir akan terjadi gempa susulan yang lebih besar.

Bupati Michael Thungari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah panik menghadapi potensi gempa susulan.

"Biasanya gempa besar akan diikuti oleh gempa-gempa susulan dalam beberapa hari ke depan. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi akibat gempa.

Laporan dari para camat, kepala kampung, dan lurah terus dihimpun untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Dari hasil pendataan sementara, kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Marore, khususnya di Kampung Kawio dan Kampung Matutuang yang berada dekat dengan wilayah terdampak gempa.

Sejumlah rumah semi permanen dilaporkan mengalami kerusakan berat dan saat ini masih dalam proses identifikasi oleh pemerintah daerah.

Thungari menjelaskan, akses menuju wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan karena lokasi tersebut berada sekitar 60 hingga 80 mil dari pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe di Tahuna.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved