Sangihe Sulawesi Utara
Warga Sangihe Sulut Ditemukan Meninggal di Kebun, Diduga Jatuh dari Pohon Cengkih Setinggi 25 Meter
Korban ditemukan sekitar pukul 21.30 WITA di bawah pohon cengkih yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 25 meter.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Petani Nahare Manoppo (63) ditemukan meninggal di kebun cengkih di Kampung Talengen, Sangihe, Selasa (2/6/2026) malam.
- Korban diduga terjatuh dari pohon cengkih setinggi sekitar 25 meter saat memetik cengkih seorang diri.
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian, sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka benturan dan penyebab sementara adalah henti napas.
TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Seorang petani bernama Nahare Manoppo (63), warga Kampung Talengen, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan cengkih pada Selasa (2/6/2026) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 21.30 WITA di bawah pohon cengkih yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 25 meter.
Nahare Manoppo diduga terjatuh saat memetik cengkih seorang diri di kebunnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nahare Manoppo pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA berangkat ke kebun yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumahnya untuk memetik cengkih.
Namun hingga sore hari korban tidak kunjung pulang.
Keluarga yang khawatir kemudian berupaya mencari korban di sekitar kebun, namun belum berhasil menemukannya.
Menantu korban, Alkefin Mawali (25), mengaku baru mengetahui korban belum kembali dari kebun setelah dirinya pulang dari memetik cengkih di Kampung Utorano, Kecamatan Tabukan Utara.
Sekitar pukul 21.00 WITA, Alkefin bersama istrinya yang merupakan anak korban pergi melakukan pencarian ke kebun.
Saat menyusuri lokasi perkebunan, keduanya menemukan tubuh korban tergeletak di bawah pohon cengkih dalam kondisi tidak bergerak dan sudah kaku.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga dan warga sekitar.
Bersama-sama, warga mengevakuasi jasad korban dari lokasi kebun menuju rumah duka sebelum melaporkan kejadian itu kepada perangkat kampung dan pihak berwenang.
Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis Puskesmas Kuma menemukan sejumlah luka lecet pada tangan kiri, paha kiri, bibir atas, serta kaki kiri.
Petugas juga menemukan lebam pada bagian punggung belakang dan memar keunguan pada tubuh korban.
Kepala Puskesmas Kuma, dr. Febrianty Matheos, menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 6,5 jam sebelum ditemukan.
Selain benturan keras akibat jatuh, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan telah berusia lanjut.
| Kolaborasi bersama Pemkab Sangihe, Gerakan KSB Gaungkan Aksi Bersih Lingkungan di Tahuna |
|
|---|
| Perbaikan Palapa Ring Tahuna–Melonguane, Kominfo Sangihe Minta Warga Bersabar Gangguan Jaringan |
|
|---|
| Perbaikan Kabel Palapa Ring, Layanan Internet di Sangihe dan Sitaro Diperkirakan Terputus 6 Hari |
|
|---|
| Apel Kerja ASN Mei 2026, Pemkab Sangihe Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Pembangunan Kepulauan |
|
|---|
| SMAN 1 Manganitu Juara Masamper se-Sulut, Harumkan Nama Sangihe di Hardiknas 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Nahare-Manoppo-63-warga-Kampung-Talengen-Sangihe.jpg)