Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Awu

Flayer Gunung Awu Level 4 Resahkan Masyarakat, BPBD Sangihe Minta Pembuat Minta Maaf secara Terbuka

Flayer Gunung Awu Level 4 Resahkan Masyarakat, BPBD Sangihe Minta Pembuat Minta Maaf secara Terbuka.

Tayang:
Dok. Pribadi
PEJABAT - Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi menanggapi flayer yang beredar di media sosial Facebook terkait aktivitas Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang membuat panik masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Flayer aktivitas Gunung Api Awu level IV atau awas di Kabupaten Kepulauan Sangihe membuat panik masyarakat setelah beredar di media sosial Facebook.
  • Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi pun meminta kepada pembuat agar meminta maaf secara terbuka.
  • Flayer yang tersebar luas itu juga mencantumkan logo BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe sehingga membuat sebagian masyarakat mengira informasi tersebut merupakan pengumuman resmi dari instansi pemerintah.

 


TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Sebuah flayer yang beredar di media sosial Facebook terkait aktivitas Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe sempat membuat panik masyarakat, Kamis (28/05/2026).

Dalam flayer tersebut tertulis bahwa status Gunung Api Awu meningkat menjadi Level IV atau “Awas”.

Padahal, kondisi sebenarnya hingga saat ini Gunung Api Awu masih berada pada Level III atau “Siaga”.

Flayer yang tersebar luas itu juga mencantumkan logo BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe sehingga membuat sebagian masyarakat mengira informasi tersebut merupakan pengumuman resmi dari instansi pemerintah.

Dalam wawancara bersama TribunManado.co.id, Kamis siang, pembuat flayer yang diketahui berinisial RM menjelaskan bahwa terjadi kesalahan pada proses pembuatan desain menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau ChatGPT.

RM mengatakan, tulisan awal yang dibuat sebenarnya berbunyi “Gunung Api Awu Sangihe Jika terjadi peningkatan menjadi Level IV (Awas)”.

Namun saat proses pembuatan flayer, kata “Jika” hilang sehingga isi informasi berubah seolah-olah status Gunung Awu sudah resmi naik ke Level IV.

“Awalnya itu hanya konsep informasi antisipasi apabila terjadi peningkatan status menjadi Level IV. Tetapi setelah dibuat, kata ‘Jika’ tidak muncul di flayer sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” ujar RM saat dihubungi via telepon.

foto visual kawah Gunung Awu Tanggal per tanggal 04 Mei 2026 dan flayer gunung awu level awas
GUNUNG AWU - Kolase foto visual kawah Gunung Awu Tanggal per tanggal 04 Mei 2026 (kiri) dan flayer yang beredar di media sosial Facebook terkait aktivitas Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang membuat panik masyarakat (kanan).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi mengatakan, masyarakat harus memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber yang jelas dan resmi.

“Terkait dengan postingan salah seorang terhadap peningkatan status Gunung Api Awu, kami berharap semua masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan setiap informasi berasal dari sumber yang jelas,” kata Wandu Labesi, Kamis (28/05/2026).

Menurutnya, informasi mengenai kenaikan status Gunung Api Awu sangat sensitif karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Apalagi terkait dengan keadaan Gunung Api Awu yang memang sangat meresahkan masyarakat ketika terdengar informasi kenaikan status dari level siaga menjadi awas. Karena kalau sudah naik ke level awas, ada banyak hal yang harus dilakukan pemerintah daerah termasuk masyarakat harus mengungsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat selama ini sudah memahami bahwa apabila status gunung berada pada level awas, maka warga di wilayah tertentu wajib melakukan evakuasi.

“Nah ini yang menjadi keresahan masyarakat. Apalagi kalau seorang karyawan atau pegawai, dia harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan jangan sembarangan menyampaikan informasi yang tidak benar sumbernya,” tambahnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved