Sangihe Sulawesi Utara
Ternyata Ini Penyebab Cuaca di Sangihe Sulut Terasa Panas, BMKG Minta Warga untuk Waspada
Terkait cuaca panas yang dirasakan masyarakat belakangan ini, Astrid menyebutkan hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pola divergensi.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Cuaca panas di Sangihe disebabkan pola divergensi yang menghambat pembentukan awan, sehingga kondisi cenderung cerah.
- Wilayah Sangihe beriklim ekuatorial, sehingga tetap berpotensi hujan sepanjang tahun meski ada periode lebih kering.
- BMKG mengimbau warga waspada dampak panas seperti kebakaran dan tetap memantau info cuaca resmi.
TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menjelaskan penyebab kondisi cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dalam wawancara bersama Tribunmanado.co.id, pada Rabu (1/4/2026), Astrid mengungkapkan bahwa secara umum wilayah Sangihe termasuk dalam tipe iklim ekuatorial.
Artinya, pola cuaca di daerah ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari.
“Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe ini masuk dalam tipe iklim ekuatorial, sehingga berpotensi mengalami hujan sepanjang tahun. Jadi tidak ada istilah awal atau akhir musim kemarau seperti di daerah lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun demikian, terdapat periode tertentu dengan curah hujan yang lebih rendah, yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus.
Namun kondisi tersebut tidak akan sesignifikan wilayah lain di Sulawesi Utara.
Terkait cuaca panas yang dirasakan masyarakat belakangan ini, Astrid menyebutkan hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pola divergensi di atas wilayah Sulawesi Utara.
Pola divergensi cuaca adalah kondisi di mana massa udara menyebar keluar dari suatu titik pusat di atmosfer, yang umumnya menyebabkan penurunan massa udara (subsiden), menekan pertumbuhan awan, dan menciptakan cuaca cerah/panas.
Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan menjadi tidak maksimal.
“Akibatnya, cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan masih berlangsung dalam sepekan ke depan,” ujarnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, termasuk potensi kebakaran akibat kondisi kering di beberapa wilayah.
Selain itu, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui aplikasi Info BMKG maupun media sosial resmi BMKG Sulawesi Utara dan BMKG Sangihe.
Sementara itu, terkait kondisi gelombang laut akibat angin timur yang mulai bertiup, BMKG memastikan masih dalam kategori aman.
"Untuk tinggi gelombang saat ini berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, atau masuk kategori rendah hingga sedang. Artinya masih relatif aman bagi nelayan untuk beraktivitas di laut,” pungkas Astrid. (Edu)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Glessia Mauri Bersinar di Kejuaraan Tinju Piala Bupati Sangihe 2026, Target Raih Emas Terwujud |
|
|---|
| Deko Boxing Camp Manokwari Bidik Tujuh Medali Kejuaraan Terbuka Tinju Piala Bupati Sangihe 2026 |
|
|---|
| Tim Tinju Papua Barat Ramaikan Piala Bupati Sangihe 2026, Bawa Semangat Persaudaraan |
|
|---|
| Pemkab Sangihe Gelar Kejuaraan Terbuka Tinju Piala Bupati 2026, Atlet Manokwari Siap Unjuk Prestasi |
|
|---|
| Keluarga Soroti Kejanggalan, Dua Siswi SMP Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jembatan TITO Sangihe |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Badan-Meteorologi-Klimatologi-dan-Geofisika-Stasiun-Meteorologi-Kelas-III-NahaRabu.jpg)