Sangihe Sulawesi Utara
Kisah Hendi Rustandi Penjahit Keliling di Sangihe, 10 Tahun Bertahan Lewat Orderan Telepon
Pria asal Bandung, Jawa Barat ini sudah sekitar 10 tahun menjalani usaha menjahit di wilayah perbatasan tersebut.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Hendi Rustandi (56), asal Bandung, telah menekuni usaha menjahit keliling di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, selama sekitar 10 tahun, tinggal sendiri di Kelurahan Tona sementara istrinya tetap di Jawa Barat.
- Ia melayani pesanan berdasarkan panggilan telepon pelanggan, biasanya berkeliling pada hari Senin dan Sabtu, atau menjahit di rumah kos sesuai permintaan.
- Pendapatannya tidak menentu, berkisar Rp150 ribu–Rp300 ribu per hari.
TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE — Di tengah kesibukan Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, sosok Hendi Rustandi (56) tampak setia menekuni profesinya sebagai penjahit keliling.
Pria asal Bandung, Jawa Barat ini sudah sekitar 10 tahun menjalani usaha menjahit di wilayah perbatasan tersebut.
Hendi saat ini tinggal sendiri di sebuah rumah kost di Kelurahan Tona, tepatnya di belakang sekolah dasar setempat.
Sementara istrinya masih menetap di Jawa Barat.
Baca juga: Bupati Michael Thungari Perjuangkan Tol Laut Sangihe di Kemenhub, Minta Kapal dan Kontainer Ditambah
Dalam menjalankan usahanya, Hendi tidak selalu berkeliling setiap hari.
Ia biasanya menerima pesanan berdasarkan panggilan pelanggan.
“Kalau ada yang telepon, baru saya datang ambil atau antar. Kadang juga saya kerja di kos kalau mereka yang telepon,” ujar Hendi.
Ia mengaku biasanya berkeliling pada hari Senin dan Sabtu, namun sistem kerjanya lebih banyak menunggu orderan masuk melalui telepon dari pelanggan tetap.
Penghasilan yang diperoleh Hendi pun tidak menentu.
Dalam kondisi normal, ia bisa memperoleh sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.
“Kalau dihitung harian paling Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Kadang juga tidak menentu, bisa Rp150 ribu,” ungkapnya.
Namun, pada momen tertentu seperti bulan Desember, pendapatannya bisa meningkat signifikan.
“Kalau bulan Desember itu biasanya ramai, bisa sampai Rp400 ribu per hari,” tambah Hendi.
Meski hidup jauh dari keluarga, Hendi tetap bersyukur karena masih bisa bertahan dari usaha menjahit keliling yang telah menjadi sumber nafkahnya selama satu dekade di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Pasar Towoe di Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulut Ramai Sejak Pagi, Warga Berburu Ikan dan Sembako |
|
|---|
| Identitas Kapitalaung di Sangihe Sulut yang Diduga Kelola Aktivitas Judi Sabung Ayam |
|
|---|
| Polisi Tertibkan Judi Sabung Ayam di Tabukan Sangihe Sulut, Diduga Dikelola oleh Kapitalaung Kampung |
|
|---|
| Sosok Rudi Manumpil, 25 Tahun Dedikasi di Dunia Sepak Bola Sulawesi Utara |
|
|---|
| Ternyata Ini Penyebab Cuaca di Sangihe Sulut Terasa Panas, BMKG Minta Warga untuk Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Sosok-Hendi-Rustandi-56-Pria-asal-BandungJawa-Barat-yang-berprofesi-sebagai-Penjahit-Keliling.jpg)